![]() |
| Terlihat pengunjung pameran Arkeologi 2013 bertajuk "Bengawan Solo Riwayatmu Dulu" [ska] |
Sangat disayangkan apabila benda-benda sejarah sampai diperjualbelikan, oleh karena itu keberadaan museum harus mendapat perhatian yang serius dari semua pihak, semua masyarakat wajib menjaga demi kelestarian benda-benda sejarah bangsa, bahkan keberadaan museum jika dikelola secara profesional akan banyak memberi manfaat tidak hanya sebatas untuk edukasi tetapi juga untuk wisata/rekreasi bagi wisatawan dalam atau luar negeri. Wakil Walikota berharap agar pameran arkeolog ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi para mahasiswa maupun pelajar yang di Solo.
Sementara itu Kepala Arkeologi Nasional Bambang Sulistiyanto mengatakan penemuan benda purbakala harus disebarkan kepada masyarakat supaya bisa diketahui dan dimanfaatkan sebaik mungkin, karena tidak ada gunanya para arkeolog melakukan penggalian benda-benda bersejarah, tetapi hasilnya hanya disimpan di rak-rak gudang penyimpanan barang berharga saja.
Pameran arkeolog ini merupakan hasil penelitian dari daerah sekitar Sungai Bengawan Solo yang sudah terkenal di dunia dan di dalamnya ada peradaban manusia yang belum banyak diketahui, Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo memiliki sejarah yang sangat penting, sebab temuan arkeologis pada aliran sungai purba ini, memang sangat padat. Bahkan sejumlah temuan, diantaranya fosil manusia Trinil di Ngawi ataupun kubah Sangiran, mampu menguak migrasi manusia pertama (homo erectus) ke Nusantara, serta migrasi gelombang kedua (homo sapiens).
Dari temuan-temuan arkeologis di kawasan DAS Bengawan Solo, menurutnya, dapat dirunut evolusi serta migrasi alam dan manusia. Di bagian hulu sungai terpanjang di Jawa ini, bisa diperoleh gambaran jejak kehidupan periode Paleolitik, preneolitik hingga neolitik. Demikian pula temuan sisa-sisa kebudayaan zaman Hindu-Budha hingga Islam, menurutnya, kian mengukuhkan Bengawan Solo memiliki sejarah panjang peradaban manusia sejak purba hingga kini.
Temuan arkeologis yang dipamerkan banyak dan beragam. Antaralain, Manusia, binatang, serta artefak purba lain yang pernah hidup di kawasan lembah Bengawan Solo dan kini telah memfosil. Sejumlah temuan artefak zaman purba, diantaranya mandibula homo erectus, homo sapiens, gading gajah, kerangka kepala, kapak genggam, displai foto situs purbakala dan sebagainya itu diusung ke sejumlah kota di sepanjang aliran Bengawan Solo, dimulai dari Solo hingga Gresik.
Pameran arkeologi di Solo ini akan berlangsung dari Rabu hingga Minggu (25 - 29/9/2013) mendatang, dan dijadwalkan akan berlanjut ke Ngawi, Bojonegoro, dan beberapa kota lain hingga Gresik. Bisa jadi, dengan adanya pameran arkeologi ini, bisa membuka kesadaran baru bagi masyarakat, betapa sejak purba Bengawan Solo menjadi hunian manusia dengan segala aktivitasnya, namun sekarang kondisi sungai yang melintasi dua propinsi itu, mengalami pendangkalan dan berair keruh. (bs/ska)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !