![]() |
| Tanpak Walikota juga ikut memainkan musik dan bernyanyi [ska] |
Adapun para seniman keroncong yang tampil antara lain grup D’Java dari Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (FSSR UNS), Sixtynine dari Cilacap, Hamkri dari Sumatera Selatan, Lapsek dari Sawah Lunto, Bintang Swalayan dari Salatiga, Pesona Dewata dari Bali dan Pesona Jiwa dari Jakarta.
Para seniman tersebut membawakan lagu mereka dengan cara mereka masing-masing. Kelompok Hamkri dari Sumatera Selatan, misalnya, membawakan sejumlah lagu keroncong melayu. Seorang penyanyi wanita menyanyikan lagu Laila Canggung dengan diiringi sepasang penari yang menari sesuai dengan ritme lagu. Ribuan penonton yang tak asing lagi dengan lagu tersebut pun turut bernyanyi.
Seusai tampil, Hamkri yang berkali-kali menjuarai lomba keroncong nasional itu pun mendapatkan tepuk tangan dari sejumlah penikmat musik keroncong. Selain laila canggung, mereka juga membawakan lagu Empek-empek Lenjer, Yasaman dan Irama Malam.
Beda halnya dengan kelompok Lapsek dari Sawah Lunto, Sumatera Barat. Di hadapan ribuan penonton, mereka membawakan lagu keroncong dengan alat musik Bansi. Alat musik tiup itu mengiringi lagu Nasib Sawah Lunto yang menceritakan tentang kerusakan alam di daerah tersebut.
Kepala Disbudpar Kota Surakarta Widdi Srihanto mengatakan, Solo Keroncong Festival 2013 merupakan festival keroncong yang kelima kalinya. Selain untuk menghibur masyarakat Kota Solo dan sekitarnya, juga wisatawan yang datang ke Solo sesuai agenda pariwisata 2013. (rdo&nv/ska)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !