![]() |
| Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan RI), mantan wakil presiden, M. Jusuf Kalla dan Rektor Universitas Hasanuddin Idrus Paturusi [HA] |
MAKASSAR - INDEPNEWS.Com : Saat berlangsung Konvensi
Ujian Nasional 29 September 2013 lalu di Jakarta, Retno Listyarti, Sekjen
Federasi Serikat Guru Indonesia walk out dari Konvensi karena menilai JK
sebagai pembicara yang diundang adalah seorang politisi. Retno menilai bahwa
sebagai seorang politisi, JK dinilai dan tidak kompeten melakukan kajian
terhadap UN secara akademik.
Peristiwa ini melekat dibenak Muhammad Nuh, Menteri
Pendidikan RI. Hal ini kemudian menjadi bahan perbincangan antara Wakil
Presiden RI 2004-2009, M. Jusuf Kalla yang Sang Mendiknas dan Rektor
Universitas Hasanuddin Idrus Paturusi Sabtu (26/10) saat pelepasan KKN
Kebangsaan di Universitas Hasanuddin Makassar.
Mengenang aksi walk out itu, JK hanya tertawa.
"Saya tidak memberi jawaban ketika itu, karena Retno langsung keluar
ruangan,” kata JK pada M Nuh, “Tapi saya mau sampaikan agar Pak Menteri tau
bahwa saya sangat berkompeten bicara pendidikan. Sebab mungkin Retno belum
lahir, saya sudah jadi guru SMA.”
JK bercerita bahwa dia sebenarnya pernah menjadi guru
SMA pada tahun 60-an ketika bergabung dengan Tim Pengajar HMI. Kemudian pada
tahun 70-an dia pernah menjadi dosen dan juga asisten dosen proklamator
Indonesia Muhammad Hatta selama dua tahun.
Mendengar
cerita nostalgia JK sebagai guru SMA dan dosen tersebut, Mendiknas M. Nuh cukup
terkesima.
"Ternyata
Pak JK, punya pengalaman sebagai guru dan dosen juga," kata M. Nuh
disambut tawa rektor UNHAS Idrus Paturusi.
"Oh
bukan cuma itu," kata JK tambah semangat. "Pengalaman saya di
pendidikan selain sebagai pengajar juga pernah menjadi Dewan Penyantun 5
Perguruan tinggi di Makassar. Dan mendirikan Yayasan Perguruan Athirah yang
memiliki sekolah dari tingkat TK sampai SMA," ungkap JK.
Dengan
modal pengalaman dan kapasitas sebagai Menko Kesra pada era pemerintahan
Megawati, sudah lebih dari cukup bagi JK untuk memahami strategi terbaik yang
bisa diterapkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia yang tertinggal
dari negara negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia dan Filipina, kata JK.
Dan
sebagai pengusaha, JK jelaskan bahwa dia sangat berkepentingan terhadap mutu
pendidikan nasional.
"Karena
80 persen luaran sekolah diserap oleh pengusaha atau sektor swasta lebihnya
barulah sektor lain. Karena itu pula saya tahu seperti apa kebutuhan dunia usaha
terhadap dunia pendidikan kita," kata JK mengakhiri perbincangannya dengan
Mendiknas dan Rektor Unhas.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !