![]() |
| Mendagri Gamawan Fauzi & Wagub DKI Ahok |
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi di
mana Front Pembela Islam (FPI) adalah aset bangsa yang kemudian diduga ada
upaya Mendagri membenturkan FPI dengan Wagub DKI Ahok, dapat mendorong
terjadinya people power yang bisa merepotkan semua pihak.
“Penduduk Jakarta yang merasa tertolong oleh birokrasi bersih yang
diupayakan Jokowi-Ahok, bisa melakukan people
power,” kata Syafti Hidayat, Ketua DPP Relawan Jokowi, di Jakarta Selasa
(29/10).
“Sebagai salah seorang rakyat, saya mengingatkan Saudara Gamawan
Fauzi, jangan bermain-main dengan rakyat. Satu juta orang datang ke kantor
Mendagri untuk berdialog, Jakarta dan Kantor Kemendagri sudah lumpuh. Apalagi
kalau dua juta atau tiga juta orang,” kata Syafti.
Syafti mengatakan, rakyat punya logika sendiri, ada ruang dalam
otak rakyat yang tidak bisa didikte atau dipengaruhi oleh pemberitaan pers. Itu
sebabnya terjadi uncoupling (keterlepasan) antara logika elit
politik dengan rakyat, yang terlihat dari elektabilitas partai dan capres.
“Bung Gamawan kan tahu, parpol dan capres mana saja yang
habis-habisan promosi agar elektabilitas menanjak. Nyatanya, bukannya naik,
malah turun. Hal itu terjadi karena keterlepasan logika elit politik dengan logika
rakyat,” jelas Syafti.
Oleh karena itu, Mendagri Gamawan diingatkan Syafti Hidayat agar
jangan bermain-main dengan rakyat, karena rakyat sudah semakin sadar bahwa
merekalah penentu nasib bangsa ini. Rakyat sudah sadar, selama ini pemerintah
menipu rakyat.
Rakyat pula sudah tahu, apa yang sebetulnya bisa dilakukan
pemerintah, asalkan pemimpin mau melakukannya. Itulah yang dialami rakyat
Jakarta, sesungguhnya rakyat bisa mendapatkan jasa pelayanan kesehatan dan
bantuan pendidikan.
Kini rakyat di seluruh Indonesia mendambakan pelayanan seperti
yang sudah diterima masyarakat Jakarta. Maka rakyat jadi tahu, dari dulu
sebetulnya pemerintah mampu melakukan, tetapi tak dilakukan, tuturnya.
“Opini yang direkayasa memojokkan Jokowi-Ahok, bisa menimbulkan
kemarahan rakyat, terutama kalangan bawah. Mereka punya satu bahasa ampuh yang
tidak bisa dilawan pemerintah, yaitu people
power,” kata Syafti kepada kepada kantor berita gratis, baranews.co. (RJ)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !