![]() |
| Terlihat sisa sisa peralatan rumah yang masih tertinggal dan sebagian beterbangan ke sawah (Armin) |
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com : Masyarakat korban bencana
angin ribut puting beliung, sampai Jumat (1/11) masih sibuk memperbaiki
rumahnya yang rusak. Sementara itu, empat kepala keluarga (KK) yang rumah roboh
rata dengan tanah masih mengungsi.
Sementara satu korban yang mengalami luka-luka Imam
Rejo, (82), warga RT 004/RW 10 Watulumbung, Watubonang, Tawangsari, dilaporkan
masih menjalani rawat inap di RSUD Sukoharjo. Dua korban lainnya yang juga
mengalami luka-luka, akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat kejadian bencana,
Rabu (30/10) sudah diperbolehkan pulang.
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Sukoharjo, Margono. Mengatakan, empat KK masih mengungsi di rumah
tetangga dan saudaranya. Mereka warga Watulumbung, Watubonang dan Cemetuk,
Lorog Tawangsari, masih mengungsi.
Sebanyak empat KK korban angin lisus terpaksa
mengungsi lantaran rumah mereka roboh total. Pihak keluarga dan masyarakat
butuh waktu untuk membangun kembali rumah. “Untuk satu rumah roboh di
Karangmojo, Weru, juga belum diperbaiki,” imbuhnya.
Sementara untuk korban luka bernama Imam Rejo masih
dirawat di RSUD Sukoharjo lantaran mengalami patah tulang kaki kiri.
Rencananya, korban akan menjalani operasi dalam waktu dekat ini. Korban
mengalami luka parah dan tercetat sebagai peserta Jamkesda, terang Margono.
Dia mengungkapkan, Imam Rejo merupakan orang tua dari
Legiyem, yang sebelumnya juga dikabarkan luka. Berdasarkan informasi terbaru
yang dihimpun BPBD, Legiyem ternyata hanya mengalami shock. “Legiyem tidak
dirawat di rumah sakit,” sambungnya.
Margono melanjutkan, hingga Jumat warga lokasi
bencana bekerja bakti membersihkan puing-puing rumah. Warga dibantu tentara
dari Koramil setempat dan Kodim 0726/Sukoharjo. Kerja bakti juga untuk
menyingkirkan dahan pohon yang patah.
Untuk mengantisipasi terjadinya kembali bencana angin
ribut, warga juga menebang pepohonan yang tinggi. Pada Kamis pagi tim BPBD
Sukoharjo telah menyerahkan bantuan logistik bagi warga. Logistik tersebut
berupa kebutuhan makan dan alat mandi.
Di samping itu, Margono menerangkan, pihaknya
menyerahkan logistik berupa peralatan dapur, tikar, terpal dan makanan penambah
gizi. “Bantuan logistik kami pusatkan di Watu Lumbung, Watu Bonang, untuk
selanjutnya disalurkan kepada warga,” terangnya.
Sementara Kabid Operasional Tim SAR Sukoharjo,
Muchlis, menyayangkan lambatnya respons dari PT Telkom. Sebab hingga Kamis
siang tidak ada pergerakan dari tim internal Telkom. Padahal cukup banyak kabel
milik mereka yang rusak tertimpa pohon.
Muclis menambahkan, akibat bencana angin ribut,
ratusan rumah di Kecamatan Tawansgari dan Weru mengalami kerusakan. Sementara
lima rumah roboh rata dengan tanah. Begitu juga, banyak pohon besar bertumbangan
dan melintang di tengah jalan, sehingga membuat arus lalu lintas sempat macet,
katanya. (Armin)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !