![]() |
| Terjadinya guguran material dari puncak Gunung Marapi yang memunculkan kolom asap dan hujan abu, sementara aktivitas penambang pasir di Kali Woro jalan terus (Sumanto) |
KLATEN - INDEPNEWS.Com : Fluktuatifnya
aktivitas Gunung Merapi dan ancaman lahar dingin ternyata ditanggapi santai
oleh masyarakat di wilayah lereng Gunung Merapi. Masyarakat di wilayah Desa
Balerante, Sidorejo maupun Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten tetap
menjalani aktivitas seperti biasa.
Dari pantauan di wilayah
lereng hingga Sabtu (23/11) menyebutkan kalau warga tetap menjalani aktivitas
seperti biasa. Bahkan aktivitas penambangan pasir juga tetap dilakukan di
wilayah tersebut yang termasuk zona enam kilometer dari puncak Merapi tersebut.
‘’Sejak terjadinya guguran
material dari puncak Gunung Marapi yang memunculkan kolom asap dan hujan abu
beberapa waktu lalu, kita tetap menjalani aktivitas ini. Karena kalau tidak
bekerja, kita mau makan apa,’’ jelas Wardi, seorang penambang di Kali Woro.
Meski demikian sejumlah
warga mengaku sudah mendengar adanya informasi tersebut. Hanya saja warga
menilai wilayahnya termasuk daerah aman. "Kami telah mendapat informasi
soal kondisi Merapi saat ini masih tetap tenang (status normal Merapi, red).
Namun di sini (Balerante, red) status apapun tidak ada masalah. Di sini
termasuk aman,’’ kata Sukamto, tokoh masyarakat Desa Balerante, Kemalang,
Klaten.
Pernyataan Sukamto ini
berbeda dengan peta yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan
Tehnologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta yang memasukkan Desa Balerante
sebagai daerah bahaya.
‘’Pihak pos pengamatan
melakukan patroli terus. Tadi pagi, saya sempat bertemu dan mereka telah
memberikan informasi kalau di sini tidak masalah alias aman,’’ lanjut Sukamto.
Menurut Kades Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Suroso, hujan
abu ataui debu vulkanik tak dirasakan warga di desanya, kendati kabarnya di
wilayah Kabupaten Sleman dan Magelang terasa. Namun diakui, desanya yang
berjarak hanya tiga kilometer dari puncak Merapi tersebut, warganya mendengar
suara gemuruh yang sangat keras pada Minggu (17/11) lampau. "Suara yang
sangat keras tersebut sempat menimbul keterkejutan, dan warga sempat
berhamburan kelur rumah," katanya.
Di lain pihak, tim Search
and Rescue (SAR) Klaten kembali menyiagakan diri. Sejumlah personil langsung
bertolak ke wilayah lereng Gunung Merapi. Langkah ini dilakukan sebagai
antisipasi kalau sampai terjadi bencana.
‘’Kita langsung menerjunkan
personil bertolak ke wilayah lereng. Kita juga langsung memetakan jalur
evakuasi kalau sampai terjadi bencana. Sejumlah personil stand by di base camp
di utara Deles,’’ jelas Komandan SAR Klaten Pandu Wirabangsa SH.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !