![]() |
| Ruhut Sitompul |
Membaca berita tersebut, Media Officer JK Husain Abdullah pun tertawa. Komentar yang ia anggap kreatif itu pun ia jawab dengan jawaban yang lebih kreatif.
Menurutnya, sebaiknya Ruhut tak perlu urus soal Jokowi - JK. Ruhut rupanya lupa bahwa urusan rumah tangga partainya-lah yang perlu lebih ia komentari. Di samping konvensi yang sekarang berlangsung juga tak jelas arah rimbanya, target hasil pileg pun tak tercapai.
"Ruhut itu tidak usah urusin Jokowi - JK, urus partainya aja, dengan capres-capresnya di konvensi itu," jelas Husain. "Beresin aja rumah tangga sendiri dulu, tidak perlu urus yang lain. Urus masalah sendiri dulu."
Menurut Husain, logika Ruhut itu terbalik-balik. Kata Ruhut, SBY - JK itu membikin capek. Tapi buktinya hasil pileg 2009 Demokrat dapat 20 persen. Tak lain itu karena baiknya kinerja pemerintah SBY dan JK waktu itu. Sementara, sekarang seusai SBY Boediono memerintah, perolehan demokrat cuma 9 persen.
"Itu tandanya justru rakyat capek dengan SBY. Faktanya, mereka (Demokrat) pasang target pileg 15 persen. Itu tandanya rakyat capek dengan SBY tanpa JK. Tanpa JK, jeblok (perolehan suara Demokrat)," paparnya.
Di tambah lagi, ujar Husain, kalau soal capek atau tidak capek, rupanya Ruhut lupa kalau dulu tim panitia konvensi meminta JK untuk bergabung sebanyak tiga kali.
"Kalau begitu (sibuk-sibuk undang Pak JK berkali-kali), siapa yang capek? Sepertinya justru kami yang capek, makanya menolak," pungkasnya dengan sedikit tawa. [HA]


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !