Alissa Wahid Minta Pendukung Gus Dur Jangan Diperdaya Kandidat Presiden INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Alissa Wahid Minta Pendukung Gus Dur Jangan Diperdaya Kandidat Presiden

Alissa Wahid Minta Pendukung Gus Dur Jangan Diperdaya Kandidat Presiden

Ditulis Oleh redaksi Senin, 30 Juni 2014 | 14.50

Alissa Wahid Minta Pendukung Gus Dur Jangan Diperdaya Kandidat Presiden (TRIBUNnews.com)
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Keluarga mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur meminta Gusdurian tidak tertipu dan terpedaya pada masa pemilihan presiden.

Keluarga pun meminta calon presiden tidak mencatut nama Gus Dur dalam kampanyepolitiknya. Permintaan itu disampaikan Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman atau Alissa Wahid, putri pertama Gus Dur.

Permintaan disampaikan Alissa menanggapi laporan salah satu anggota penggemar Gus Dur atau Gusdurian tentang adanya spanduk bertuliskan Jaringan Gusdurian mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Spanduk itu dilaporkan berada di Gresik, Jawa Timur. "Diturunkan saja, Mas. Itu mencatut," kata Alissa.

Selain di Jawa Timur, di Jakarta pun mulai bertebaran spanduk atau baliho kampanye untuk Prabowo Subianto. Salah satunya memuat foto mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dengan mekutipan kaliman yang menguntungkan Prabowo.

Alissa kembali menegaskan keluarga Gus Dur atau Gusdurian netral dalam Pemilu Presiden 2014. Dia pun menyatakan bahwa keluarga Gus Dur tidak mendukung Prabowo-Hatta.

"Jadi kalau sekarang ada yang mengklaim Gusdurian memakai logo JGD (Jaringan Gusdurian) mendukung calon presiden nomor 1 itu bohong besar. Asal klaim," kata Alissa, kakak sulung Yenny Wahid itu.

Alissa menyesalkan klaim sebagai pendukung Gus Dur marak hanya di momen-momen politik. Tapi, klaim itu malah berseberangan dengan perjuangan Gus Dur.

"Mengaku-ngaku kelompok Gusdurian cuma di momen-momen politik itu mengerikan. Mewakili berapa orang? Kerja nyatanya mana? Tidak Gus Dur banget," ujar Alissa melalui akun twitternya, @AlisaWahid.

Alissa merupakan koordinator sekretariat nasional Jaringan Gusdurian. Alissa meminta pendukung Gus Dur di seluruh Indonesia jangan mudah ditipu atau diperdaya slogan dan janji kampanye kandidat presiden.

Alissa mengatakan, kelompok Gusdurian yang tersebar di seratus kota di Indonesia tidak akan berpolitik praktis. "Jadi kalau sekarang ada yang mengklaim Gusdurian memakai logo JGD, mendukung capres no.1; ITU BOHONG BESAR. Asal klaim," katanya.

Alissa mempersilakan para Gusdurian untuk bebas memilih pasangan nomor 1 atau nomor 2. Menurut dia, itu adalah hak setiap Gusdurian yang juga berstatus warga negara Indonesia. "Memakai nama Gusdurian & logo JGD uuntuk dukung-dukung, itu menabrak hak legal dan etis," ujar Annisa.

Sebelumnya, saat Prabowo melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Kempek milik Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, Jumat (27/6), juga terlihat spanduk dengan foto Gus Dur bertebaran.

Terpisah, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai membawa nama Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam kegiatan kampanye pasangan calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa akan sia-sia belaka.

"Enggak terlalu berdampak. Pemilih di bawah sudah ngerti yang sebenarnya seperti apa," ujar Muhaimin di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/6).

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans) ini mengatakan masyarakat telah mengetahui semasa hidupnya, Gus Dur jarang mendapat apresiasi dari seorang Prabowo. Masyarakat NU pun telah mengetahuinya.

Pria yang akrab disapa Cak Imin mengatakan, menjual nama Gus Dur yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini hanyalah berdampak ke dalam, atau hanya sebatas memberikan semangat kepada tim pemenangan Prabowo - Hatta.

"Sikap Pak Prabowo yang dulu negatif ke Gus Dur itu mereka sudah tahu semua," ucap Cak Imin.

Adapun Tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Marzuki Alie, merasa tidak ada salahnya jika pihaknya menggunakan sosok almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, sebagai strategi pemenangan Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.

"Saya yakin Gus Dur kan sudah milik bangsa, siapa pun bisa menggunakannya," kata Marzuki di Jakarta, Minggu (29/6).

Apalagi, jika yang menggunakan sosok Gus Dur itu adalah Prabowo. Sebab, Prabowo dan Gus Dur memang memiliki kedekatan.

Kiai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940. Ia meninggal di Ciganjur, Jakarta Selatan, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun.

Gus Dur salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama. Bersama Sinta Nuriyah, istrinya, pasangan ini dianugerahi empat putri.

Putri pertama Alissa Qotrunnada yang sibuk dalam dunia pendidikan dan sosial. Dia nonpartisan. Adapun anak kedua, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, terjun ke dunia politik.

Dia mantan Sekjen PKB dan mantan staf khusus Presiden SBY. Dhohir Farisi, suami Yenny adalah politisi Partai Gerindra, parpol yang didirikan Prabowo. Anak ketiga dan keempat Gus Dur adalah Anita Hayatunnufus dan Inayah Wulandari. (TRIBUNnews.com/ferdinand/nico)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved