"Pihak Pengelola PT. BJA Dinilai Arogan Serta Kebal Hukum"
TENGGARONG - INDEPNEWS.Com : Setelah tayang berita baca Woah.. PT. Beringin Jaya Abadi Obok-Obok Lahan Warga bekerja sama denga oknum para “Mafia Tanah” yang dilakukan oleh pihak PT. Beringin Jaya Abadi melalui Sakti Gunawan, muncul lagi kasus salah satu warga, sebut saja HJ pemilik rumah yang dikontrakan di samping konsesi tambang batu bara PT. BJA di Loa Kulu belum memenuhi kewajibannya.
Sesuai dengan peraturan dan undang - undang No. 04 tahun 2009 tentang Minerba, siapa sih di belakang PT. BJA..??? sehingga pengelola merasa buta telinga serta buta mata, dan buta hati yang jelas - jelas merampas kewenangan serta hak - hak warga yang berada di sekitar wilayah konsesi pertambangan batu bara PT. BJA.
Hasil wawancara wartawan Independent News dengan HJ di rumahnya, di Jembayang mengatakan kepada wartawan, “sampai sekarang pihak PT. BJA tidak ada etikat baik untuk membayar rumah dan kaplingan kami, padahal dampak lingkungan yang dilakukan pihak PT. BJA sangat jelas sekali melanggar aturan, padahal sebagian warga sudah dibayar kami menilai pihak PT. BJA sangat tidak adil dalam hal tersebut, padahal yang punya saham di PT. BJA itu adalah keluarga orang nomor satu di Kukar, atau mungkin sudah dibayar, tapi pihak pengelola PT. BJA tidak sampai kepada kami,” ungkap HJ.
Hal tersebut diungkapkan juga oleh HJ, “sebenarnya masalah kami sudah ditangani oleh pihak LSM, semoga mediasi dengan pihak PT. Beringin Jaya Abadi secara kekeluargaan mendapatkan tanggapan,” harap HJ mengakhiri. **(Jaya)
![]() |
| PT. Beringin Jaya Abadi di Loa Kulu, dinilai sarat masalah (Foto : Jaya) |
Sesuai dengan peraturan dan undang - undang No. 04 tahun 2009 tentang Minerba, siapa sih di belakang PT. BJA..??? sehingga pengelola merasa buta telinga serta buta mata, dan buta hati yang jelas - jelas merampas kewenangan serta hak - hak warga yang berada di sekitar wilayah konsesi pertambangan batu bara PT. BJA.
Hasil wawancara wartawan Independent News dengan HJ di rumahnya, di Jembayang mengatakan kepada wartawan, “sampai sekarang pihak PT. BJA tidak ada etikat baik untuk membayar rumah dan kaplingan kami, padahal dampak lingkungan yang dilakukan pihak PT. BJA sangat jelas sekali melanggar aturan, padahal sebagian warga sudah dibayar kami menilai pihak PT. BJA sangat tidak adil dalam hal tersebut, padahal yang punya saham di PT. BJA itu adalah keluarga orang nomor satu di Kukar, atau mungkin sudah dibayar, tapi pihak pengelola PT. BJA tidak sampai kepada kami,” ungkap HJ.
Hal tersebut diungkapkan juga oleh HJ, “sebenarnya masalah kami sudah ditangani oleh pihak LSM, semoga mediasi dengan pihak PT. Beringin Jaya Abadi secara kekeluargaan mendapatkan tanggapan,” harap HJ mengakhiri. **(Jaya)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !