![]() |
| Hatta Radjasa dan M Riza Chalid sebagai gembong mafia minyak dan gas yang memiskinkan rakyat |
"Bagi Hatta yang 13 tahun berada dalam pemerintahan dan memimpin Partai Amanat Nasional (PAN), tentu memerlukan sumber daya logistik yang besar," kata Hasto kepada wartawan di Jakarta Selasa (1/7).
Hasto dimintai komentar tentang dugaan Riza Chalid yang membiayai tabloid Obor Rakyat yang cenderung menghina Jokowi. Riza juga diduga menjadi operator, agar anak Hatta Radjasa yang diadili karena menabrak orang hingga tewas, jangan masuk penjara.
"Kemampuan Hatta di dalam 'membelokkan' kasus hukum yang menimpa anaknya, dan ternyata hukum memang terbukti tebang pilih di tangan penguasa, tentu juga memelukan biaya yang tidak sedikit," kata Hasto.
Dengan semua kemampuan yang dimiliki Hatta, tutur Hasto, sangat wajar apabila Hatta Radjasa dekat dengan pedagang minyak dengan kekuatan lobi besar seperti Riza Chalid.
''Partner in Crime''
Dalam pada itu Direktur Utama Pertamina (Perkuat Aspirasi Masyarakat Indonesia), Syafti Hidayat mengatakan, "gembong" mafia migas Muhammad Riza Chalid yang ternyata membiayai penerbitan tabloid Obor, semakin memperkokoh asumsi partner in crime.
"Menurut investigasi kami, bukan hanya membiayai tabliod Obor dan kampanye capres tertentu. Pihak yang membiayai pengurusan agar anak Hatta Radjasa yang menabrak orang jangan masuk penjara, adalah Riza," katanya.
Menurut Syafti Hidayat, burung sejenis selalu terbang bersama. Mafia migas, akan berdampingan akrab dengan mafia di bidang lain, termasuk mafia agitasi melalui pers murahan yang demikian buruk sehingga tak bisa dianggap sebagai karya jurnalistik.
"Jika Riza Chalid membiayai serangan-serangan kepada Jokowi, tak perlu heran. Mengapa, karena Riza berada di lingkungan 'burung sejenis' yang pada pokoknya menggunakan kampanye hitam. Air tak bisa bersatu dengan minyak, air ke air, minyak ke minyak," ujarnya. (SKK Migas Media Center/Syafti Hidayat/dd)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !