PEKANBARU - INDEPNEWS.Com : Kordinator Relawan Matahari Indonesia (RMI) Ihsan Muhammad mengatakan anak-anak muda Muhammadiyah pada 23 Provinsi di Indonesia tercatat berhasil mendongkrak perolehan suara bagi pasangan calon presiden dan wakil Presiden Jokowi-JK.
"RMI telah melakukan rekapitulasi suara pada 4.144 TPS di 23 provinsi dengan total suara 1.119.230. Hasilnya pasangan urut 1 memperoleh 48 persen atau 573.457 suara, sedangkan pasangan urut 2 memperoleh 52 persen atau 623.645 suara yang memenangkan Jokowi-JK,"kata Ihsan dalam surat elektroniknya diterima Antara Riau, Kamis.
Menurut dia, data ini memperlihatkan trend yang hampir sama yang telah dikeluarkan beberapa lembaga survei yang kredibel. Ini murni pemantauan, bukan survei maupun penelitian.
Ia mengatakan, RMI menempatkan relawannya untuk memantau TPS khususnya yang ada basis warga Muhammadiyah. Sedangkan tujuan pemantauan ini selain untuk mengawal suara Jokowi JK juga dilakukan untuk mengevaluasi kinerja RMI.
"Sampai kini, RMI Center masih di gawangi 10 Anak Anak Muda Muhammadiyah diantarnya Izzul Muslimin, Ulfa Mawardi, Faozan Amar, Tarida Alisastroamidjoyo, Muhammad Ihsan Tandjung, Masyhuri Mashuda, Satria Chandra Wiguna, Humaira Qulsum Blegur, Adi Rosadi, dan David Krisna," katanya.
Ia menjelaskan, keesokan harinya selesai pencoblosan, bapak Jokowi secara khusus menemui 10 anak muda ini dan menyampaikan terima kasih dan berharap RMI sebagai representasi anak muda yang kreatif dan mengajak mereka untuk terus membaktikan karyanya di negeri ini.
Sebab, kata Jokowi seperti di sampaikan Ihsan, dari anak-anak muda seperti inilah kesadaran kita berbangsa menjadi terbuka dan terbangun kebersamaan. Apa yang mereka lakukan hampir sama ketika saya muda dulu, tak banyak yang mendukung apa yang saya yakini, namun justru dari hal inilah mereka bangkit dan menjadi agen perubahan.
"Saya kira apa yang dilakukan anak-anak muda ini menunjukkan kondisi bangsa ini perlu penyegaran dan perubahan. Patut kita apresiasi.. Saya kira ituĂ‚¿,"kata Jokowi ketika itu lanjut Ihsan, dalam pertemuan yang singkat di gedung muhammadiyah lantai dua.
Izzul Muslimin mengatakan, tidak mudah mengajak dan menghimpun warga ke sini, dan tak sedikit ia mendapatkan penolakan, "bully" dari warga sendiri.
"Namun demikian saya tetap menghormati dan menjaga situasi ini sampai sekarang. Untuk itu dalam kesempatan yang baik ini, diharapkan Anak Muda Muhammadiyah yang berada di RMI baik di Indonesia maupun di luar negeri untuk tetap menjaga situasi dan keutuhan kita sebagai bangsa, ini adalah kemenangan Anak-Anak Muda yang merindukan perubahan bangsanya," katanya.
Kedua katanya lagi, mengembalikan amanah ini kepada warga yang telah memilih. Bahwa inilah momen bahagia memperkuat persatuan dan kesatuan untuk memajukan peradaban politik warga di kantung-kantung suara muhammadiyah ke depan.
Berdasarkan data rekapitulasi RMI dari 23 provinsi yang dirilis dari pusat pemantauan RMI Center di Kebayoran memperlihatkan pasangan no 2 lebih unggul dan lebih dipilih warga. Meski pergerakan di masa kampanye PILEG lalu sebaliknya.
Selain itu pasangan no 2 lebih unggul atau tercatat 51 persen di Sumatera Utara, begitu juga di Kalimantan Barat, Edi Satria salah satu relawan RMI di Kalimantan Barat menyampaikan, di kabupaten Melawi yang merupakan kampung anggota DPR RI PAN justru warga lebih memenangkan no 2, kemudian Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD berasal dari Golkar, namun tidak bisa menghentikan warga untuk memilih no 2.
Fenomena yang sama juga terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu yang Bupatinya berasal dari PPP, kemudian Kabupaten Sambas yang Bupatinya berasal dari PAN. Kemudian di Kabupaten Ketapang yang Wakil Bupatinya berasal dari PAN. Kemudian Kabupaten Benkanyang yang Bupatinya dari Demokrat. Disemua daerah warga memenangkan no. 2. Ini fenomena menarik, yang sangat berbeda situasinya ketika pilihan warga masa Pileg lalu.(ma/Antara)
"RMI telah melakukan rekapitulasi suara pada 4.144 TPS di 23 provinsi dengan total suara 1.119.230. Hasilnya pasangan urut 1 memperoleh 48 persen atau 573.457 suara, sedangkan pasangan urut 2 memperoleh 52 persen atau 623.645 suara yang memenangkan Jokowi-JK,"kata Ihsan dalam surat elektroniknya diterima Antara Riau, Kamis.
Menurut dia, data ini memperlihatkan trend yang hampir sama yang telah dikeluarkan beberapa lembaga survei yang kredibel. Ini murni pemantauan, bukan survei maupun penelitian.
Ia mengatakan, RMI menempatkan relawannya untuk memantau TPS khususnya yang ada basis warga Muhammadiyah. Sedangkan tujuan pemantauan ini selain untuk mengawal suara Jokowi JK juga dilakukan untuk mengevaluasi kinerja RMI.
"Sampai kini, RMI Center masih di gawangi 10 Anak Anak Muda Muhammadiyah diantarnya Izzul Muslimin, Ulfa Mawardi, Faozan Amar, Tarida Alisastroamidjoyo, Muhammad Ihsan Tandjung, Masyhuri Mashuda, Satria Chandra Wiguna, Humaira Qulsum Blegur, Adi Rosadi, dan David Krisna," katanya.
Ia menjelaskan, keesokan harinya selesai pencoblosan, bapak Jokowi secara khusus menemui 10 anak muda ini dan menyampaikan terima kasih dan berharap RMI sebagai representasi anak muda yang kreatif dan mengajak mereka untuk terus membaktikan karyanya di negeri ini.
Sebab, kata Jokowi seperti di sampaikan Ihsan, dari anak-anak muda seperti inilah kesadaran kita berbangsa menjadi terbuka dan terbangun kebersamaan. Apa yang mereka lakukan hampir sama ketika saya muda dulu, tak banyak yang mendukung apa yang saya yakini, namun justru dari hal inilah mereka bangkit dan menjadi agen perubahan.
"Saya kira apa yang dilakukan anak-anak muda ini menunjukkan kondisi bangsa ini perlu penyegaran dan perubahan. Patut kita apresiasi.. Saya kira ituĂ‚¿,"kata Jokowi ketika itu lanjut Ihsan, dalam pertemuan yang singkat di gedung muhammadiyah lantai dua.
Izzul Muslimin mengatakan, tidak mudah mengajak dan menghimpun warga ke sini, dan tak sedikit ia mendapatkan penolakan, "bully" dari warga sendiri.
"Namun demikian saya tetap menghormati dan menjaga situasi ini sampai sekarang. Untuk itu dalam kesempatan yang baik ini, diharapkan Anak Muda Muhammadiyah yang berada di RMI baik di Indonesia maupun di luar negeri untuk tetap menjaga situasi dan keutuhan kita sebagai bangsa, ini adalah kemenangan Anak-Anak Muda yang merindukan perubahan bangsanya," katanya.
Kedua katanya lagi, mengembalikan amanah ini kepada warga yang telah memilih. Bahwa inilah momen bahagia memperkuat persatuan dan kesatuan untuk memajukan peradaban politik warga di kantung-kantung suara muhammadiyah ke depan.
Berdasarkan data rekapitulasi RMI dari 23 provinsi yang dirilis dari pusat pemantauan RMI Center di Kebayoran memperlihatkan pasangan no 2 lebih unggul dan lebih dipilih warga. Meski pergerakan di masa kampanye PILEG lalu sebaliknya.
Selain itu pasangan no 2 lebih unggul atau tercatat 51 persen di Sumatera Utara, begitu juga di Kalimantan Barat, Edi Satria salah satu relawan RMI di Kalimantan Barat menyampaikan, di kabupaten Melawi yang merupakan kampung anggota DPR RI PAN justru warga lebih memenangkan no 2, kemudian Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD berasal dari Golkar, namun tidak bisa menghentikan warga untuk memilih no 2.
Fenomena yang sama juga terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu yang Bupatinya berasal dari PPP, kemudian Kabupaten Sambas yang Bupatinya berasal dari PAN. Kemudian di Kabupaten Ketapang yang Wakil Bupatinya berasal dari PAN. Kemudian Kabupaten Benkanyang yang Bupatinya dari Demokrat. Disemua daerah warga memenangkan no. 2. Ini fenomena menarik, yang sangat berbeda situasinya ketika pilihan warga masa Pileg lalu.(ma/Antara)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !