SANGATTA, KALTIM - INDEPNEWS.Com : Kejamnya ibu tiri lebih kejam PT. THIESS sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang batu bara. Pepatah tersebut dijadikan salah satu lagu plesetan oleh sekitar ratusan karyawan PT. Thiess yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor perusahaan tersebut belum lama ini.
Para karyawan tersebut menuntuk hak-haknya salah satunya seperti tuntutan PKK (Program Kesejahteraan Karyawan) dikembalikan kepada karyawan.Menurut mereka, PKK itu adalah gaji karyawan yang dipotong setiap bulan selama bekerja di perusahaan tersebut. Sesuai kesepakatan kerja bersama karyawan dengan pihak perusahaan, PKK akan dicairkan atau diberikan kepada karyawan apabila, pertama setelah karyawan tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut, kedua karyawan meninggal dunia.
Salah satu karyawan yang bernama Sumardi dalam aksi demo tersebut mengatakan, “Inilah kenyataan yang kami alami sekarang ini sudah di PHK dari tahun 2011 sampai saat ini tidak ada belum diberikan uang tabungan kami (PKK). Bahkan di antara rekan-rekan kami ada yang sudah meninggal dunia juga tidak diberi uang tabungan tersebut, apalagi yang lain termasuk pesangon semua tidak ada. Dan yang membuat kami tambah panas, karena karyawan yang masih bekerja sekarang di dalam sudah ada yang di berikan PKK atau tabungannya, sedangkan kami yang sudah di PHK dan diterlantarkan begitu saja. Jangankan pesangon, uang PKK itu saja nyata-nyata uang kami yang dipotong setiap bulan selam kami bekerja kenapa, tidak mau diberikan,” ungkap Sumardi. (Simon/Jaya)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !