Pembangunan Jembatan Jerukan Diperkirakan Molor INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Pembangunan Jembatan Jerukan Diperkirakan Molor

Pembangunan Jembatan Jerukan Diperkirakan Molor

Ditulis Oleh redaksi Kamis, 11 September 2014 | 10.07

Warga tengah melintas diatas jembatan darurat yang
berada di samping jembatan Jerukan (Foto : why) 
BOYOLALI - INDEPNEWS.Com : Warga Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali harus lebih bersabar lagi. Pasalnya pembangunan jembatan Jerukan yang berada di Desa Jerukan Kecamatan Juwangi diperkirakan bakal molor atau tidak tepat waktu. Sebab, pembangunan jembatan tersebut terkendala lamanya waktu pembersihan material jembatan lama yang ambrol.

Jembatan Jerukan sendiri merupakan jembatan penghubung jalan utama dari Kecamatan Juwangi menuju ke Solo atau sebaliknya. Ambrolnya jembatan ini, warga yang berada di wilayah terjauh dari Kabupaten Boyolali selama ini memanfaatkan jembatan darurat yang dibuat oleh warga dekat jembatan itu. Selain itu, mereka harus memutar lebih jauh.

Pelaksana proyek jembatan dari PT. Ananta, Suyud, mengakui, pihaknya pesimis pengerjaan jembatan tersebut bakal selesai tepat waktu. Proyek seniali Rp 2,9 miliar itu terkendala jauhnya lokasi, dan lamanya waktu pembersihan puing-puing jembatan lama. ”Melihat kendala yang ada, kami pesimis bisa selesai tepat waktu akhir Desember nanti,” ungkap dia.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya keras agar pengerjaan proyek itu dapat selesai sesuai tenggat waktu. Hanya saja sampai saat ini pengerjaan jembatan yang baru belum bisa dilakukan mengingat pihaknya masih fokus membersihkan bekas jembatan yang lama. Untuk itu pihaknya sudah mengerahkan dua alat berat agar pembersihan material dapat segera selesai. 

Pihaknya berharap proses pembersihan material dapat segera rampung, sehingga akhir bulan ini pengerjaan proyek dapat langsung dilakukan. ”Harapan kami akhir bulan ini sudah bisa memasang tiang pancang jembatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Boyolali, M Qodri menegaskan, pembangunan proyek jembatan itu harus sesuai dengan target waktu. Terkait ini, pihaknya meminta rekanan untuk kerja lembur.

Qodri menegaskan, proyek jembatan Jerukan ini merupakan salah satu proyek skala prioritas. Selain itu pembangunan jembatan tersebut sangat diharapkan masyarakat agar segera selesai. ”Memang pekerjaannya cukup banyak, termasuk pembersihan sisa-sisa jembatan yang lama, tetapi kami minta tetap sesuai dengan tenggat waktu,” ujarnya.

Jika kemudian pihak rekanan menemui kendala, pihaknya menyarankan supaya pihak rekanan dapat menambah jumlah tenaga kerja atau menambah jam kerja (lembur), supaya pengerjaan proyek bisa kelar sesuai batas waktu. Apalagi mengingat pekerjaan bongkar bekas jembatan termasuk satu paket pengerjaan proyek.

Dijelaskan Qodri, meski pembayaran proyek sesuai dengan tingkat pekerjaan, namun pihaknya berharap agar jembatan bisa rampung sepenuhnya sesuai target. Hal ini tidak lepas dari kepentingan masyarakat yang sangat membutuhkan jembatan tersebut sebagai akses transportasi utama. Meski demikian pihaknya optimis pihak rekanan akan menyelesaikan tepat waktu.

Secara umum lanjut Qodri, sampai saat ini sebagian besar proyek-proyek Pemkab Boyolali sudah hampir selesai, kecuali pengerjaan jembatan. Sebanyak delapan jembatan yang dibangun, di antaranya yakni Jembatan Jerukan Kecamatan Juwangi yang dikerjakan tahun anggaran 2014 ini. (why)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved