![]() |
Sejumlah orang sedang melihat
penyedotan air milik
petani di Brangkalan,
Wonosari Trucuk, Klaten dengan
menggunakan gas elpiji, Jumat
siang. (Joko Larsono)
|
Salah seorang petani Brangkalan, Agus (30) mengatakan, memang biasanya memakai bahan bakar bensin. Tapi memakai gas elpiji lebih hemat. "Kalau pakai gas elpiji satu patok hanya menghabiskan satu tabung gas saja. Tapi kalau pakai bensin bisa menghabiskan 10 liter hingga 15 liter," ujarnya kepada INDEPNEWS.Com, Jumat (26/9).
Lebih lanjut Agus mengutarakan, untuk melengkapi diselnya dengan gas elpiji tiga kilogram, kata dia, harus menambah biaya sebesar Rp400 ribu guna memasangkan selang untuk disalurkan kekaburator disel. "Dulu pakai bensin, tau kalau pakai gas lebih irit akhirnya petani disini pindah ke gas elpiji tiga kiloan. Ya, udah sekitar 3 bulan pakai gas elpiji," tandasnya. (Joko Larsono)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !