![]() |
| RSUD Kabupaten Bekasi (An) |
Mengaku, pihaknya menyoroti kinerja dokter spesialis yang selalu telat datang, serta pelayanan RSUD kepada para pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tidak maksimal.
Mengenai dokter yang telat datang, dirinya menilai kalau dokter yang bersangkutan mungkin kurang peka karena merasa lebih dari dokter yang lain. “Ya kita tahu lah, kadang kalau dokter begitu (spesialis) kadang memang rada manja. Karena dia mungkin merasa lebih atau bagaimana, manusiawinya agak sedikit kurang barangkali,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.
“Kita akan terus mengawal kinerja RSUD Kabupaten Bekasi. Hal tersebut dilakukan supaya masyarakat Kabupaten Bekasi dapat menikmati fasilitas kesehatan dengan baik,” ungkap Legislator dari Dapil III (Tambun Selatan) ini.
Sementara Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Sahroni, mengelak adanya dokter spesialis yang sering datang telat. Namun saat ini bagi dokter spesialis atau siapapun petugas RSUD yang terlambat datang, kata dia, langsung mendapatkan sanksi pemotongan uang transport.
Tambah Sahroni, “kalau terus menerus terlambat, ia menyerahkan persoalan tersebut ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bekasi. Kita sekarang pakai finger print, jadi setiap yang datang terlambat dipotong uang transportnya. Kemudian kalau dia terlambat terus ada aturan dari BKD,” ungkapnya.
Kalau BPJS dan Jamkesda, dirinya menyampaikan hal yang sama dengan yang disampaikan oleh Komisi D DPRD Kabupaten Bekasi. “Kalau BPJS tidak ada masalah, baik-baik saja,” pungkasnya. (An)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !