![]() |
| Banjir akibat anak sungai Bengawan Solo meluap (Armin) |
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com : Hujan yang menguyur Sukoharjo dan wilayah disekitar Sukoharjo sejak Kamis (19/2) siang kemarin mengakibatkan sejumlah anak sungai Bengawan Solo meluap. Luapan air, tidak bisa terkendali sehingga menenggelamkan ribuan rumah penduduk.
Paling tidak, sekitar 1.200 rumah penduduk di enam desa tergenang banjir. Keenam Desa tersebut yaitu Langenharjo, Pondok dan Grogol Kecamatan Grogol. Kemudian Desa Laban, dan Gadingan Kecamatan Mojolaban. Tidak hanya itu, banjir juga melanda Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo.
Berdasarkan pantauan INDEPNEWS.Com, banjir sekitar jam 22.30 WIB air mulai masuk ke rumah-rumah penduduk. Bahkan sekitar pukuil 01.00 Jumat dini hari mulai dilakukan evakuasi di wilayah. Evakuasi mulai dilakukan terhadap warga Dukuh Nusupan, Langenharjo dan Puri Gading kecamatan Grogol, juga di Kadokan, Pondok, Grogol.
Tim gabungan SAR, aparat keopisian, TNI dan aparat desa terus melakukan evakuasi korban banjir. Tim juga melakukan evakuasi di Dukuh Kesongo, Gadingan dan Laban kecamatan Mojolaban. Hingga, Jumat sore sejunmlah desa masih tergenang air setinggi 50 cm-75 cm. Termasuk juga di wilayah Sukoharjo kota juga ada genangan air di sekitar Sritex.
Wakil Komandan Tim SAR Sukoharjo, Muklis mengatakan tercatat sedikitnya ada sekitar 1.200 warga yang terpaksa dievakuasi dan mengungsi di sejumlah titik. Tim SAR Kabupaten Sukoharjo, sejak Kamis malam sudah standby dan melakukan persiapan di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo yang diwaspadai banjir.
“Sejak semalam elevasi air bengawan solo terus naik, mulai di angka 8 kita terjun ke titik rawan. Saat air meluap kita langsung melakukan evakuasi warga, terparah di Nusupan, Gadingan, Kesongo dan Laban. Pagi ini ketinggian air mencapai di angka 10 dan kecenderungan masih naik lagi, kita terus pantau dan evakuasi,” ungkap Muklis, Jumat (20/2) pagi kemarin.
Sejumlah titik yang dijadikan lokasi pengungsian antara lain Masjid Al Hikmah Nusupan dan Kantor kecamatan Grogol. Sejumlah lembaga dan elemen masyarakat mulai menyalurkan bantuan makanan dan selimut ke tempat pengungsian.
Tim Sar mewaspadai sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, potensi banjir masih terus ada mengingat elevasi air terus bertambah naik. (Armin)
Paling tidak, sekitar 1.200 rumah penduduk di enam desa tergenang banjir. Keenam Desa tersebut yaitu Langenharjo, Pondok dan Grogol Kecamatan Grogol. Kemudian Desa Laban, dan Gadingan Kecamatan Mojolaban. Tidak hanya itu, banjir juga melanda Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo.
Berdasarkan pantauan INDEPNEWS.Com, banjir sekitar jam 22.30 WIB air mulai masuk ke rumah-rumah penduduk. Bahkan sekitar pukuil 01.00 Jumat dini hari mulai dilakukan evakuasi di wilayah. Evakuasi mulai dilakukan terhadap warga Dukuh Nusupan, Langenharjo dan Puri Gading kecamatan Grogol, juga di Kadokan, Pondok, Grogol.
Tim gabungan SAR, aparat keopisian, TNI dan aparat desa terus melakukan evakuasi korban banjir. Tim juga melakukan evakuasi di Dukuh Kesongo, Gadingan dan Laban kecamatan Mojolaban. Hingga, Jumat sore sejunmlah desa masih tergenang air setinggi 50 cm-75 cm. Termasuk juga di wilayah Sukoharjo kota juga ada genangan air di sekitar Sritex.
Wakil Komandan Tim SAR Sukoharjo, Muklis mengatakan tercatat sedikitnya ada sekitar 1.200 warga yang terpaksa dievakuasi dan mengungsi di sejumlah titik. Tim SAR Kabupaten Sukoharjo, sejak Kamis malam sudah standby dan melakukan persiapan di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo yang diwaspadai banjir.
“Sejak semalam elevasi air bengawan solo terus naik, mulai di angka 8 kita terjun ke titik rawan. Saat air meluap kita langsung melakukan evakuasi warga, terparah di Nusupan, Gadingan, Kesongo dan Laban. Pagi ini ketinggian air mencapai di angka 10 dan kecenderungan masih naik lagi, kita terus pantau dan evakuasi,” ungkap Muklis, Jumat (20/2) pagi kemarin.
Sejumlah titik yang dijadikan lokasi pengungsian antara lain Masjid Al Hikmah Nusupan dan Kantor kecamatan Grogol. Sejumlah lembaga dan elemen masyarakat mulai menyalurkan bantuan makanan dan selimut ke tempat pengungsian.
Tim Sar mewaspadai sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, potensi banjir masih terus ada mengingat elevasi air terus bertambah naik. (Armin)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !