Keluhkan Fasilitas Jelek dan Jukir Liar di Lokasi Wisata Api Abadi Madura INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Keluhkan Fasilitas Jelek dan Jukir Liar di Lokasi Wisata Api Abadi Madura

Keluhkan Fasilitas Jelek dan Jukir Liar di Lokasi Wisata Api Abadi Madura

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 30 Maret 2012 | 01.27

Menikmati Api Tak Kunjung Padam. Ratusan pengunjung 
setiap hari mendatangi lokasi Api Tak Kunjung Padam di Desa 
Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan 
Pungutan  Liar. Beginilah area parkir yang dijadikan ajang penarikan 
pungutan secara liar oleh masyarakat dan tanda karcis masuk (inset)
PAMEKASAN-INDEPNews ; Jeleknya akses jalan masuk menuju lokasi wisata Api Tak Kunjung Padam di Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan dikeluhkan sejumlah pengunjung lokal ataupun yang datang dari luar Pulau Madura, seperti Malang, Jember, Bandung, dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Belum lagi penataan para pedagang makanan dan souvenir khas Madura yang terkesan kurang rapi sehingga menjadikan lokasi wisata api abadi ini terkesan kumuh. Padahal jumlah pengunjung yang datang ke lokasi Api Tak Kunjung Padam ini sangat ramai, terutama pada saat musim liburan baik menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, ataupun bus pariwisata.

Rusli, salah seorang pengunjung  menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang rusak dan tidak teraturnya penataan para pedagang di lokasi. Menurut dia, Api Tak Kunjung Padam adalah salah satu objek wisata unik yang tidak ditemukan di tempat lain di Jawa Timur, kecuali di Kabupaten Bojonegoro, itupun tidak seindah dengan api alam yang ada di Kabupaten Pamekasan. Oleh karenanya jika dikelola dengan baik, tentu  objek wisata ini akan menjadi asset daerah yang memiliki nilai jual bagi para wisatawan.

‘’Rusaknya akses jalan ini sangat disayangkan. Padahal begitu memasuki lokasi,  setiap pengunjung sudah dipungut retribusi Rp 5.000,00 untuk kendaraan roda 4 ukuran kecil  dan Rp 10.000,00 untuk bus dan sejenisnya. Ternyata di dalam masih ada juru parkir yang menarik antara Rp 2.500 – Rp Rp 5.000 untuk setiap jenis kendaraan.  Lha terus kompensasi dari penarikan retribusi itu untuk apa kalau jalannya saja dibiarkan rusak parah,’’ ungkap Rusli yang mengaku sengaja mengajak rombongan keluarganya dari Malang ke lokasi api abadi.

Lebih lanjut Rusli menyatakan, seharusnya dari hasil penerimaan retribusi atau karcis masuk yang nilainya cukup besar, pihak desa atau dinas-dinas terkait mengalokasikannya untuk perawatan infrastruktur, misalnya perbaikan akses jalan atau penataan di lokasi sehingga pengunjung bisa lebih nyaman dan kerasan ketika berkunjung.

‘’Jika melihat kondisi jalan dan penataan semacam ini, lalu digunakan untuk apa perolehan dana retribusi atau karcis masuk dan uang parkir yang cukup besar setiap bulannya. Mestinya harus ada kontrol dari pihak-pihak terkait karena bagaimanapun  lokasi Api Tak Kunjung Padam ini adalah asset daerah Kabupaten Pamekasan,’’ papar Rusli yang asli Pamekasan ini.

Berdasarkan pantauan Independent News di lokasi, akses jalan menuju lokasi Api Tak Kunjung Padam memang rusak sangat parah. Selain aspalnya sudah mengelupas, sepanjang jalan sudah ada beberapa titik yang miring dan terdapat lubang-lubang yang cukup berbahaya bagi pengendara kendaraan bermotor. Sementara karcis masuk yang dibuat berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Nomor 05 Th 2008 tanggal 06 Maret 2008 dan disyahkan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Pamekasan Nomor 159 Tahun 2008 tanggal 26 Juni 2009 tercantum nilai Rp 5.000,00 untuk sekali masuk. Sedangkan untuk karcis kendaraan, juru parkir yang bertugas di lokasi tidak bisa menunjukkan tanda bukti penarikan sehingga ada kesan pungutan itu dilakukan secara liar. Belum lagi ketika ada rombongan datang, puluhan anak-anak –yang notabene seperti pengemis-- akan mengerubungi mereka untuk meminta uang. Kendati tidak memaksa, namun keberadaan anak-anak ini cukup mengganggu dan membuat risih bagi pengunjung yang datang untuk menikmati indahnya api alam.

Kepala Desa Larangan Tokol, Siswanto,  maupun instansi terkait belum berhasil dikonfirmasi seputar hal ini. Hanya saja, jika tidak segera ditangani dengan baik, tentu akan memberikan dampak kurang baik terhadap keberadaan lokasi wisata alam Api Tak Kunjung Padam yang merupakan salah satu keajaiban alam di wilayah Kabupaten Pamekasan. (Abd. Basid Muslim Kepala Biro INDEPNews.Com
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved