Potret Transportasi Umum di Pinggiran Jakarta INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Potret Transportasi Umum di Pinggiran Jakarta

Potret Transportasi Umum di Pinggiran Jakarta

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 28 Maret 2012 | 01.16

Ditulis oleh : Desyrijanti (Researcher  Bidang Transportrasi 
dan Urban Development-Tinggal di Jakarta)
JAKARTA, INDEPNews ; Hidup di pinggiran Kota Jakarta memang menjadi dilema tersendiri. Disatu sisi kita masih bisa menghirup udara segar, namun disisi lain ada banyak biaya yang harus dibayar jauh lebih besar dibandingkan dengan hidup di Kota Jakarta. Salah satu biaya yang cukup tinggi dikeluarkan oleh masyarakat yang memilih tinggal di pinggiran Kota Jakarta adalah biaya transportasi.

Transportasi umum di wilayah pinggiran Kota Jakarta biasanya menggunakan kendaraan kecil dengan jarak terbatas dan ongkos yang mahal. Hal ini sangat berbeda dengan kendaraan umum yang ada di Kota Jakarta. Umumnya di Kota Jakarta menggunakan kendaraan besar, jarak tempuh cukup jauh dan ongkos minimal. Apalagi saat ini di Kota Jakarta sudah ada Busway yang dapat mempercepat waktu tempuh dengan ongkos yang minimal.

Perbedaan transportasi umum di pinggiran Jakarta dengan Jakarta yang sangat signifikan tersebut menyebabkan masyarakat yang tinggal di pinggiran Jakarta harus berfikir keras untuk menekan biaya transportasi seminimal mungkin. Karenanya banyak dari masyarakat yang tinggal di pinggiran Jakarta menggunakan kendaraan roda dua untuk menekan biaya tersebut. Penggunaan kendaraan roda dua ini semakin marak karena proses kepemilikan kendaraan ini sangat mudah dan ditambah lagi mudahnya pemberian kredit oleh perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya.

Data menunjukkan setidaknya ada pertambahan 1000 kendaraan roda dua per tahun di Jakarta dan sekitarnya (data ini saya ambil dari headline berjalan di salah satu tv swasta). Melihat angka yang cukup fantastis tersebut maka tidaklah salah jika saat ini ada ribuan kendaraan bermotor dari wilayah pinggiran yang memasuki Kota Jakarta pada jam-jam tertentu.

Akibatnya transpsortasi umum di pinggiran Jakarta kondisinya cukup memprihatinkan karena angkutan umum ini jumlahnya banyak tetapi penggunanya sedikit bahkan kalau boleh saya katakan sangat sedikit (tidak sebanding antara supply dan demand). Belum lagi hampir ditiap tikungan sopir angkot harus menyerahkan sejumlah uang kepada preman per sekali jalan.

Melihat potret transportasi umum di pinggiran Jakarta tersebut timbul pertanyaan dalam hati kecil saya, dapatkah transportasi umum ini bertahan dan bersaing dengan kendaraan pribadi (roda dua), jika hampir semua keluarga memiliki kendaraan roda dua sebagai alat transportasi mereka?. Cukupkah uang yang dibawa sopir angkot untuk membayar setoran dan biaya hidup keluarganya sehari-hari?.

Ahhh sudahlah terlalu banyak fakta dilapangan yang membuat miris hati ini, padahal saya tidak dapat banyak membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tapi sungguh, saya tidak dapat menutup mata. Saya berharap dengan saya menulis hal ini setidaknya saya bisa berbagi kegelisahan kepada orang lain dan syukur-syukur kalau kelak mereka juga turut memikirkan masalah ini dan dapat bersama-sama mencarikan jalan keluar yang terbaik. Amin. (DA)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved