SURAKARTA - INDEPNews;
Terorisme telah bermetamorfosa dan Kota Solo bukan lagi sebagai pusat. Bahkan
mereka juga memanfaatkan Cyberspace dalam melakukan kegiatannya, termasuk
didalamnya untuk pengumpulan aset. Namun demikian, pelaku terror tetap
menjadikan Bali sebagai sasaran.
“Terungkapnya
penggunaan cyberspace, menyusul ditangkapnya lima
tersangka pelaku di sejumlah daerah dan satu diantaranya dibekuk di Medan. Dari kota disebut terakhir ini
terungkap pelaku terror berhasil mengumpulkan aset berupa bangunan mobil
bernilai total Rp 8 milyar. Dari kasus ini berhasil diungkapkan apa yang
disebut Financing Terorism”, kata Direktur Penindakan Badan Nasional
Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose di Solo,
Kamis (21/6).
Brigjen
Pol Dr. Petrus Reinhard Golose yang hendak memimpin rapat koordinasi
Kesiapsiagaan dan Penanganan Krisis Dalam Penanggulangan Terorisme
di Markas Kopassus Grup II mengemukakan, BNPT hingga sekarang ini telah
melakukan penangkapan terhadap 773 orang yang diduga tekait terorisme. Meski
secara kualitatif kegiatan yang dilakukan pelaku terror mengalami penurunan,
namun dari sisi kuantitatif justru meningkat. Dari pemetaan yang dilakukan
oleh BNPT ada sekitar 12 sampai 14 wilayah yang terdeteksi sebagai kantong
jaringan terorisme. Dan Solo merupakan salah satu diantaranya.
Dengan
ditangkapnya lima
pelaku,satu diantaranya merupakan istri dari anggota Al Qaeda dapat diketahui
adanya perubahan pola operasi. Sekarang ini operasi yang dilakukan di Solo tak
hanya sekedar berhubungan dengan wilayah setempat tetapi juga lokasi lain.
Sebagian kegiatan dipindahkan ke Jawa Timur. Mereka juga melakukan
pelatihan di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi.
Sementara untuk menyiapkan keuangannya serta menjadikannya sebagai aset
dilakukan di Medan Sumatera Utara. Kesemuannya disiapkan untuk melakukan
kegiatan di Bali. Namun belum lagi terlaksana, sudah keburu ditangkap kepolisian Sumatera Utara, jelasnya.
Pada
bagian lain, Brigjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose juga mengatakan dalam
penanganan terror, BNPT bekerjasama dengan TNI- POLRI dan sipil. Mengenai
mengapa melibatkan TNI, hal ini sesuai perintah Presiden yang mengamanatkan
kepada BNPT harus membina hubungan dengan seluruh jajaran. Sehingga dalam
melangkah sesuai UU dan tentu menghormati HAM. Sampai sekarang Indonesia
diakui dunia baik dalam Forum Internasional Departemen yang ada
di badan dunia. Karena kita tahu bersama bahwa teror itu tak bisa dihilangkan seketika. (Petruk)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !