Cukur Yunani, Jerman Melenggang Ke SemI Final Piala Eropa INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Cukur Yunani, Jerman Melenggang Ke SemI Final Piala Eropa

Cukur Yunani, Jerman Melenggang Ke SemI Final Piala Eropa

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 24 Juni 2012 | 11.17

JAKARTA - INDEPNews ; Tim unggulan Jerman melengang mulus ke Semi Final Piala Eropa 2012, setelah  menang telak 4-1 (1-0).  Pasukan Joao Laow pada babak pertama mendapatkan perlawanan a lot dari tim Yunani. Meski mengurus pertahanan lawan sepanjang pertandingan, Philips Lahm dkk, bekum bisa menembus pertnanan Yunani yang bermain ofensif.

Kebuntutan, Der Panzer baru berhasil menjebol gawang lawan, pada akhir pertandingan babak pertama lewat tembakan melengkung kapten Jerman Philips.  Lahm. Hingga akhire pertandingan, Jerman mencukur Yunani 4-2. Gol-gol kemenangan Jerman dicetak Philips Lahm, Reues, Schurlle dan Kolose.

Dalam perandingan perempat Final, Jerman dan Yunani tampil dengan formasi yang berbebda. Yunani tampil ofensif dengan mengandalkan serangan balik yang cepat dari kedua sayapnya. Lewat formasi tersebut, Jerman mampu mengelontor gawang Yunani empat gol.

Disisi lain, lewat serangan balik dan mengdandalkan ujung tombaknya Samaras, Yunani mampu menjebol penjaga gawang terbaik dunia, Nuer. Ini membuktikan,m bahwa formasi yang diterapkan Yunani snagat efektif, meski kalah dia mampu meladeni permainan Jerman.

Perubahan formasi tim Jerman begitu sangat mencolok, tiga starter di lini depan dirombak total. Tiga andalan Jerman, Mario Gomes, Lukas Podolski dan Miroslav Klose disitiratkan. Pelatih Joao Laow  measang starter Andree Schurllle, Marco Reus dan Thomas Muller.

Perubahan formasi yang Jerman ternyata sangat berhasil.pada babak pertama baru membuahkan satu gol.Pada babak kedua Klose measuk menggantikan Podolski, sehingga serangan begitu gencar. Keasyikan menyerang. Yunani mampu menyamakan kedudukan 1-1.

Gal yang Yunani membuat pemain Jerman tersentak, sehingg meningkatan serangan. Hasilnya, lewat sepak pojok Jerman mampu unggu; 2-1 setelah tembakan fisrt time Sammy Kheidira menjebol gawang Yunani.

Selang beberapa menit kemudian, Klose membawa Jerman ungul 3-1, setelah sontekannya menjebol mucus gawang Yunani. Meski sudah ungul 3-1, Jerman tidak mengndorkan serangan dan akhirnya menambah gal lagi lewat tembakan Rues, sehinhgga kedudukan 4-1.

Pada akhir pertandingan, Yunani mempu memperkecil ketinggalan setelah mendapat hadiah finalti, setelah pemain bertahan Jerman Boateng tangannya menyentuh bola di area teralarang.

Tendanan finalti diambil ujung tombak Yunani Salpingidis. Denfan tenang, Salpingidis mampu menjalankan tugasnya dengan baik, mengecoh kipper Jerman Nuer, Gol. Sehingga, kedudukan berubah menjadi 4-2 hingga pertandingan.

Strategi pelatih Yunani, Fernando Santos, memang berhasil meredam pemain Jerman. Dia memasang stater berubah-ubah baik dilini tengah maupun depan. Khusus menghadapi Jerman, dia memasang kombinasi Theofanis Gekas, DimitrisSalpingidis, Georgios Samaras dan Sotirios Ninis.

Absennya kapten tim Karagounis memang membuat pincang barisan pengempur Yunani. Namun, Fernando Santos memncoba Griogrorius Makos.  Upaya tersebut sedikiit membuahkan hasil, meski tidak ada kapten tim Karagounis.

Santos meracik Yunani bermain 4-5-1. Meninggalkan Salpingidis sendiri di depan, Santos memasang Makos dan Maniatis di depan defensive line serta memberi sedikit kebebasan pada Katsouranis sebagai pengatur serangan.

Saat Jerman menguasai bola, Makos dan Maniatis selalu bergerak sejajar tepat di depan barisan pertahanan sendiri. Keduanya jarang langsung melakukan duel dengan pemain Jerman jika belum masuk ke sepertiga lapangan terakhir Yunani. Yang dilakukan tetap konstan menjaga wilayah.

Cara bermain Makos dan Maniatis punya kekuatan dan kelemahannya. Kekuatannya: memberi cukup ruang pada Katsouranis untuk merancang serangan begitu bola berhasil dikuasai Yunani. Kelemahannya adalah begitu penguasaan daerah berhasil ditembus, tidak cukup back-up yang bisa memberi perlindungan pada defensive line .

Cara bertahan rancangan Santos ini rupanya sudah diantisipasi oleh Loew dengan memasang Schuerrle dan Reus, yang memang sangat aktif melakukan shot. Keduanya masuk dari lebar lapangan, mencari celah, lalu melakukan shot. Hanya di laga ini saja kedua pemain ini membuat 12 percobaan mencetak gol (Schuerrle 6, Reus 6). Jumlah itu jauh lebih banyak dari kombinasi Mueller dan Podolski yang dalam 3 laga hanya membuat 11 shot (Podolski 7, Mueller 4).

Skema ini berjalan baik di babak pertama. Kombinasi Schuerrle-Reus menyumbang 5 shot sepanjang babak awal. Gol pertama Jerman, kendati bukan dari Schuerrle atau Reus, melainkan dari Philipp Lahm, lahir dari ide dasar menyerang dari lebar lapangan dan diakhiri dengan shot.

Gol keempat Jerman yang dicetak Reus juga hasil skema ini. Seperti terlihat dalam gambar di atas, Reus bergerak ke dalam kotak penalti saat Klose berhadapan dengan kiper Sifakis. Ketika sepakan Klose dihalau Sifakis, Reus yang sudah masuk ke dalam kotak penalti berada dalam posisi yang tepat untuk mengeksekusinya menjadi gol.

Untuk pertama kali selama EURO 2012 ini Oezil banyak mengatur tempo di tengah lapangan, bukan di belakang striker atau lebar lapangan. Khedira juga untuk pertama kali sepanjang EURO sering berada di depan Oezil. Jika Oezil seperti menjadi deep-lying playmaker, Khedira sering berperan sebagai attacking midfielder.

Saat Oezil memegang bola, Khedira berinisiatif merengsek ke depan sehingga berada tepat di belakang Klose. Ini membuat Khedira berhadapan Makos-Maniatis dan Oezil berhadapan dengan Katsouranis. Kombinasi antara pembagian peran Oezil-Khedira dan skema shot dari lebar lapangan berjalan sempurna pada gol pertama yang dicetak Lahm.

Gol Khedira juga menjelaskan berjalannya kombinasi pertukaran peran antara Oezil dan Khedira. Saat Boateng mengumpamnhg bola, Schweinsteiger mengecoh pemain Yunani, sehingga Khedira leluasa menendang bola dan terjadi gol. Khedira dengan sempurna mengeksekusi umpan Boateng menjadi gol.

Sementara cara  bermain Makos-Maniatis yang selalu sejajar memberi ruang bagi Katsouranis membangun serangan balik. Biasanya, Katsouranis tak langsung mengirim bola pada Salpingidis, tapi mendistribusikannya pada Ninis di kanan atau Samaras di kiri. Pada babak I, sejak awal pertandingan, Samaras menjadi tumpuan utama Yunani dalam mengganggu kenyamanan bermain Jerman.

Ditempatkan sebagai flank, Samaras dirancang juga untuk ikut bertahan. Kartu kuning yang didapatkannya juga karena upaya Samaras merebut bola di sisi kiri yang ditempatinya. Saat menyerang, ia selalu terlibat adu sprint dengan Boateng, beberapa kali menang. Kendati tidak menghasilkan gol di babak I, cara Yunani melakukan serangan balik melalui Katsouranis dan Samaras ini seperti tinggal menunggu momentum.

Tertinggal 1-0 di babak I, Santos melakukan pergantian pemain di awal babak II. Ninis diganti Theofanis Gekas. Perubahan ini dilanjutkan dengan menggeser Salpingidis yang mulanya menjadi target-man ke sisi kanan dan menempatkan Gekas sebagai striker. Sementara Samaras tetap menempati sisi kiri Yunani.

Dalam sebuah serangan balik, Gekas berhasil menarik keluar Badstruber. Gekas mengembalikan bola pada Katsouranis yang langsung mengirim through-pass pada Salpingidis di sisi kanan lapangan. Salpingidis berhasil mengalahkan Lahm dalam adu sprint dan mendapatkan momentum untuk mengirim upan ke dalam kotak penalti. Saat Salpingidis beradu sprint dengan Lahm, di sisi lapangan sebelahnya Samaras juga beradu sprint dengan Boateng.

Dari dua sisi lapangan, Salpingidis (dalam lingkaran putih dengan Lahm) dan Samaras (dalam lingaran hitam dengan Boateng) masuk ke dalam kotak penalti bersamaan. Di antara keduanya hanya ada Hummels. Saat Salpingidis mengirim crossing, Samaras menyempurnakan agresivitasnya dengan mengelabui Boateng. Gol.

Gol kedua Yunani juga lahir dari skema yang memanfaatkan celah yang ditinggalkan Khedira. Ketika Torosidis  dengan leluasa memasuki kotak penalti Jerman dan mengirim crossing yang megenai tangan Boateng. Ini membuktikan, serangan balik Yunani begitu efektif dan berbahaya.

Gol yang dicetak Khedira, Lahm dan Reus lahir dari kombinasi skema rancangan Loew: membiarkan Khedira naik ke depan sampai kotak penalti dan rencana untuk melakukan shot dari pergerakan yang dimulai dari lebar lapangan.

Sementara dua gol Yunani juga bisa dibilang skematis: perpaduan antara skema melakukan serangan balik melalui lebar lapangan dan skema yang memberi ruang pada Katsouranis untuk memulai serangan balik serta memanfaatkan celah yang ditinggalkan Khedira.

Dengan membiarkan Khedira naik ke depan, ini cara untuk mengatasi kombinasi Makos-Maniatis yang konstan menjaga area di depan defensive-line. Ini berhasil melahirkan 3 gol open-play (1 gol lewat Klose lahir dari skema bola mati). Tapi skema itu membuat Scweinsteiger bekerja sendirian menjaga kedalaman. Ini membuat skema serangan balik Yunani akhirnya juga bisa berjalan baik.

Akan tetapi, jelas juga, Loew memenangkan pertarungan strategi ini. Memasukkan Reus, Schuerrle dan Klose terbukti menentukan hasil akhir. Schuerrle dan Klose bahkan mencetak gol. Dibiarkannya Khedira naik ke depan juga terbukti menghasilkan gol. Harga yang harus dibayar Loew adalah dua gol Yunani. Tapi strategi Loew berhasil memancing Santos untuk berani terbuka mengeksploitasi celah yang "sengaja" diberikan Loew. Yunani terbukti bersemangat melakukan serangan balik, seringkali dilakukan oleh 3 pemain (Samaras-Salpingidis-Gekas).

Dan harga yang harus dibayar Yunani terlalu mahal: kemasukan 4 gol, sesuatu yang tak akan pernah terjadi pada Yunani di bawah asuhan Otto Rehhagel dulu yang amat sangat sangat selektif menentukan momen melakukan serangan balik. (Dtk/Sutarmin DS)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved