![]() |
| Suasana Pedagang Sayur di Pasar Kacangan (Foto : Mac) |
BOYOLALI - INDEPNews ; Profesi penjual sayur-sayuran identik
dengan ibu-ibu atau nenek dengan susur (menginang) yang selalu menempel
berputar-putar dalam bibirnya. Dalam
perkembangan antara 6 tahun yang lalu untuk di Kecamatan Andong Boyolali
tepatnya di Pasar Kacangan sudah menggeliat profesi tukang sayur yang di geluti
para lelaki muda. “Sekitar tahun 2005 di
seputar Pasar Kacangan hanya ada sekitar 4 orang penjual sayur keliling, tetapi
sekarang sudah ada sekitar 70 orang yang menekuni penjual sayur keliling,” Kata
Mashudi Koordinator Tukang parkir.
Pasar Kacangan yang menggeliat di pagi hari mulai pukul 03.00
Wib nampak sepeda motor dengan bronjong sudah berjajar rapi berderet para
tukang sayur rata-rata masih muda semua melakukan aktivitas kulakan sayur yang
kemudian akan di bawa ke daerah-daerah yang jauh dari jangkauan pasar.
Budiyono usia 30 tahun asal Kecamatan Kemusu, profesi ini
sudah di geluti kurang lebih 1 tahun yang lalu,
sebelumnya kerja di Jakarta berbagai profesi telah dilakukan, kerja di
pabrik, penjual bakso dan me ayam. Profesi tukang sayur ini lebih nyaman dan
menikmatinya sekalipun setiap hari harus bagun lebih dini, hanya dukanya saat
berangkat ketika hujan saat enak-enaknya tidur lelap harus berangkat.
Menurutnya apapun pekerjaannya harus di tanamkan dengan ibadah dan tanggung
jawab untuk menghidupi keluarga seberat apapun akan dilakukanya selain itu
tidak ada pekerjaan yang tidak ada resiko tandasnya.
Omzet perputaran dalam satu hari paling tidak antara 300 ribu
sampai 400 ribu berbagai macam kebutuhan
sayuran, bumbu dan juga bebagai makan kecil dibawanya keliling dari kampung ke
kampung pendapatan bersih antara 25 ribu sampai 50 ribu jam kerja bisanya
sekitar pukul 11 sampai 12 selebihnya
istirahat di rumah.
Sedangkan Maryuni 41 asal Gondangrawe Kecamatan
Andong menekuni profesi tukang sayur sejak 1996 saat anaknya masih kecil, mulai menjajakan sayur keliling dari digendong
kemudian menggunakan sepeda ontel dan sekarang sudah menggunakan kendaraan roda
dua. “Allhamdullilah saya bisa membiayai
anak sekolah”, kata sambil menata barang-barang di broncong sepedanya. (Mac)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !