BOYOLALI - INDEPNews ; Akibat serangan kutu luwu yang mengganggu
pertumbuhan daun tembakau. Kalangan petani tembakau di Kecamatan Cepogo
Boyolali merasa was-was. Mereka khawatir, panen daun tembakau kali ini akan
mengalami kerugian yang banyak.
Menurut salah seorang petani tembakau asal Desa Jelok Kecamatan Cepogo Sarwoto, Jumat (22/6) siang kemarin, jika kutu-kutu tersebut tidak segera diobati bisa menyerang seluruh daun pada tanaman tembakau. Padahal, rata-rata umur tembakau yang ditanam petani sekitar dua bulan. Oleh karena itu, kalangan petani banyak yang merasa cemas akan serangan kutu ini.
“Jika tidak segera diberantas, luwu ini bisa membuat daun tembakau rusak. Daun bisa berwarna kehitaman,” tuturnya.
Sarwoto juga menjelaskan, daun tembakau yang sudah terserang pertumbuhannya menjadi terhambat. Selain itu, kutu ini juga berpengaruh pada kualitas daun. Lebih lanjut ia menerangkan, untuk mengatasi serangan kutu ini, para petani menyemperot tanaman. Penyemperotan ini menggunakan obat-obat pertanian.
“Kutu ini hidup di balik daun. Pertumbuhannya tidak begitu cepat tetapi bisa menyebar ke tanaman tembakau lainnya."
Hal senada diungkapkan Handayani, yang menanam khusus tembakau di ladang miliknya. Kendati demikian dirinya juga waspada terhadap serangan kutu ini. Sebab, kutu ini membuat kualitas daun tembakau menurun.Menurutnya, kutu hitam ini bisa dicegah sejak dini. Maka tidak akan berakibat fatal terhadap pertumbuhan tembakau.
“Petani menyemprotnya agar kutu tidak berkembang dan merusak tembakau lain,” katanya.Ia mengatakan, serangan kutu ini berbeda dengan hama ulat. Karena hama ulat menyerang dari pucuk daun. Oleh karena itu, petani harus rajin membersihkan daun tembakau setiap harinya. Hal ini dilakukan agar daun tidak dimakan ulat. (Nal)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !