KLATEN - INDEPNews ; Gema
tahlil mengiringi peringatan Haul Bung Karno yang digelar warga Desa Temuwangi,
Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Kamis (21/6) malam. Bersamaan dengan hal
itu, terlihat seorang anak kecil membawa photo Bung Karno berukuran besar yang
diikuti oleh beberapa orang dewasa membawa dua buah tumpeng, dua ingkung ayam,
dan beberapa jajanan lain diarak menuju sebuah rumah tempat diadakannya
tirakatan.
“Ada tiga
momen penting di bulan Juni ini, yakni hari lahirnya Bung Karno, refleksi
Pancasila dan wafatnya Bung Karno,” ujar Kepala Desa Temuwangi, Marwan
Pujiarto.
Marwan
menambahkan, Haul tersebut sengaja diadakan karena warganya masih sangat
menghargai filosofi Bung Karno dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Filosofi tersebut adalah kerukunan yang selalu dikedepankan dalam
bermasyarakat. Warga meyakini, dengan hidup rukun antara warga dapat
menciptakan jiwa kegotong-royongan.
“Kami
berharap, dengan Haul ini, warga di wilayah kami selalu hidup rukun sesuai
dengan ajaran Sang Proklamator,” tambah Marwan.
Lebih lanjut
Marwan menjelaskan, semangat Bung Karno yang tertuang dalam Pancasila tidak
boleh dilupakan. Karena dengan tidak meninggalkan Pancasila, maka hidup rukun
dan saling menghargai satu sama lain akan tercapai.
“Jangan
tinggalkan sejarah, kita bisa hidup rukun dan saling menghargai satu sama lain
dari Pancasila,” tegas Marwan.
Usai
Tahlilan, acara tirakatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film
perjuangan dan testimoni ajaran Bung Karno. Melihat sejarah yang ada, Bung
Karno telah menghabiskan sebagian hidupnya di Tanah Jawa dan mencetuskan
Pancasila. (kt4)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !