KLATEN - INDEPNews ; Kecamatan Klaten Selatan polisi masih kesulitan untuk
mengungkap motif dan pelaku. Agar kasus serupa tidak terulang warga juga
semakin intensif dalam mengadakan ronda malam.
Kapolres
Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja melalui Kapolsek Klaten Kota AKP Heru
Setyaningsih, kemarin mengatakan, hingga kemarin polisi masih terus
mengumpulkan bukti dalam kasus perusakan puluhan makam di Desa Ngalas. Tidak
adanya saksi yang mengetahui saat aksi perusakan berlangsung membuat polisi
kesulitan mengungkap kasus tersebut.
“Kami
masih terus mengembangkan kasus ini, tapi memang belum ada perkembangan
signifikan. Kami berharap masyarakat yang memiliki informasi tentang perusakan
makam untuk proaktif menyampaikan kepada polisi. Sehingga dapat membantu dalam
mengusut kasus tersebut,” ujarnya.
Dia
menambahkan, beberapa saksi sudah
menjalani pemeriksaan. Termasuk pencari bunga yang pertama kali mengetahui
perusakan dan melaporkan ke pemerintah
desa (pemdes) Ngalas.
“Informasi
apapun yang berhubungan dengan perusakan makam akan membantu kami dalam
mengungkap kasus ini,” tambahnya.
Sementara
itu, setelah adanya perusakan makam warga Desa Ngalas meningkatkan ronda malam.
Upaya tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang pada makam lain.
Hal
ini disampaikan Ketua RT 08, Rw iii
Dusun Bangilan, Desa NGalas Widodo
mengatakan, warga juga heran dengan perusakan puluhan kijing makam di
Sasonoloyo Bangilan Kulon. Kasus perusakan makam baru pertamakali terjadi
di Desa Ngalas.
“Warga
juga masih bertanya-tanya tentang tujuan perusakan makam yang terjadi tiga
hari lalu. Kami tidak mau
memngait-ngaitkan apakah perusakan berkaitan dengan aliran kepercayaan agama
tertentu atau dilakukan oleh penganut sebuah ilmu,” ujarnya.
Selama
ini kehidupan masyarakat Desa Ngalas
tidak pernah terusik. Antar pemeluk agama yang berbeda juga dapat hidup
rukun dan harmonis. Terkait dengan pengusutan kasus perusakan, warga sepenuhnya
menyerahkan kepada polisi.
Hingga
kemarin (18/6) beberapa warga sudah mulai memperbaiki makam yang rusak
misterius. Mereka swadaya dalam menambal pecahan batu yang terlepas dari
kijing. Bahkan pada malam hari warga mulai mengintensifkan kegiatan ronda
wilayah.

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !