![]() |
| Petani Tembakau Boyolali (Foto : Zainal Huda) |
Ketua Kelompok Perajang Tembakau (KPT) Kecamatan Selo, Suharmin, Senin (25/6) siang tadi mengatakan, aksi penolakan ini akan diikuti ribuan petani tembakau yang berasal dari lereng Merapi-Merbabu. ”Bukan hanya dari Boyolali saja, tetapi kami juga akan bergabung dengan ribuan petani dari Kabupaten Temanggung, Wonosobo dan Magelang,” ujar dia saat ditemui di gedung Dewan.
Aksi ketiga ini kata dia, merupakan wujud kekhawatiran petani tembakau, apabila RPP tersebut diberlakukan. Pasalnya, jika produksi tembakau dibatasi, maka ribuan petani tembakau terancam gulung tikar lantaran harga tembakau akan merosot tajam.
"Saya contohkan, harga wortel yang dulu mencapai Rp 4.000 per kilogram, setelah dibatasi merosot hingga Rp 600 per kilogram." Saat ini lanjutnya, tanaman tembakau di lereng Merapi-Merbabu sedang subur-suburnya pasca erupsi Merapi lalu. Sedangkan pada musim tanam sayur sebelumnya, banyak petani yang rugi. Padahal modal mereka tidak hanya dari kantong pribadi. Ada yang pinjam dari koperasi atau dari bank.”Harapan satu-satunya bisa kembali modal hanya dari tembakau ini. Kalau tembakau dibatasi, ya otomatis akan banyak kredit macet,” katanya.
Mereka takut, jika RPP diberlakukan, maka tembakau dari lereng Merapi dan Merbabu jadi tidak laku. Ditambahlagi jika nanti tembakau lokal digantikan dengan tembakau impor, maka petani tembakau semakin terpuruk. ”Padahal tembakau lokal biasanya sebagai bahan baku rokok kretek yang diproduksi oleh pabrik lokal. Sedangkan tembakau impor untuk rokok putih” paparnya.
Recananya, kata dia, ribuan petani dari Boyolali ini akan diberangkatkan pada akhir bulan ini. Pasalnya, sesuai informasi, lanjut dia, RPP tentang tembakau ini akan diberlakukan mulai tanggal 3 Juli mendatang. Oleh karena itu, para petani akan menggelar aksi sebelum tanggal tersebut di Istana Merdeka. ”Kami akan berangkat bersama-sama mulai hari Minggu (1/7) mendatang dari pendopo Pemkab Boyolali,” tandasnya. (Nal)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !