SUMENEP - INDEPNews ; Pemerintah
Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan Sumenep terus berupaya
meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya di daratan, namun upaya
penyetaraan pendidikan juga terus dilakukan di sejumlah kepulauan di
Sumenep. Seperti halnya program kegiatan Workshop pendidikan bagi
pengelola lembaga pendidikan dasar di Kepulauan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sumenep, Drs. H. Moh. Sadik, Rabu (07/11) mengungkapkan kegiatan Workshop Pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 2-4 Nopember di Kecamatan Arjasa yang diikuti dari Kecamatan Kangayan, Arjasa dan Sapeken.
Sedangkan berikutnya pada tanggal 9-11 Nopember akan dilaksanakan di Kepulauan Sepudi yang menghadirkan pengelola pendidikan dari Kecamatan Gayam, Nunggunung dan Kecamatan Masalembu.
Sedangkan Output kegiatan Workshop pendidikan tersebut menurut Sadik dapat tersosialisasinya MBS (Manajemen berbasis sekolah), serta dapat mengimplementasikan pembelajaran Pakem (Pembelajaran Aktif, Efektif dan Menyenangkan).
“Jadi melalui pengelolaan MBS dan sistem pembelajaran Pakem yang diterapkan sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah, akan menjadikan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi guru dan siswa.” Ujarnya.
Dijelaskan, dengan menerapkan pendidikan MBS dan Pakem kegiatan pembelajaran meskipun terlihat enjoy dan menyenangkan, namun materi pendidikan akan mudah masuk dan terserap sempurna kepada siswa.
Disamping itu komonikasi dua arah antar guru dan siswa berjalan dengan baik. Sebab, dalam pembelajaran ini penyerapan pendidikan tidak hanya satu arah, namun antara guru dan siswa ada interaksi yang saling melengkapi.
Bahkan, tegas sadik, pengelolaan pendidikan dapat dilaksanakan secara terbuka, baik dalam segi managemen maupun dari sisi pengelolaan biaya operasional sekolah (BOS). Sehingga orang tua siswa dan masyarakat dapat mengetahui dan dapat ikut ambil bagian serta memberikan solusi.
“Jadi, masyarakat juga dapat terlibat dalam kegiatan pendidikan, dapat membantu sekolah yang tidak hanya berupa materi, namun bisa berbentuk pemikiran, tenaga dan sebagainya.” Pungkasnya. (roes)
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Sumenep, Drs. H. Moh. Sadik, Rabu (07/11) mengungkapkan kegiatan Workshop Pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Dasar dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 2-4 Nopember di Kecamatan Arjasa yang diikuti dari Kecamatan Kangayan, Arjasa dan Sapeken.
Sedangkan berikutnya pada tanggal 9-11 Nopember akan dilaksanakan di Kepulauan Sepudi yang menghadirkan pengelola pendidikan dari Kecamatan Gayam, Nunggunung dan Kecamatan Masalembu.
Sedangkan Output kegiatan Workshop pendidikan tersebut menurut Sadik dapat tersosialisasinya MBS (Manajemen berbasis sekolah), serta dapat mengimplementasikan pembelajaran Pakem (Pembelajaran Aktif, Efektif dan Menyenangkan).
“Jadi melalui pengelolaan MBS dan sistem pembelajaran Pakem yang diterapkan sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah, akan menjadikan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi guru dan siswa.” Ujarnya.
Dijelaskan, dengan menerapkan pendidikan MBS dan Pakem kegiatan pembelajaran meskipun terlihat enjoy dan menyenangkan, namun materi pendidikan akan mudah masuk dan terserap sempurna kepada siswa.
Disamping itu komonikasi dua arah antar guru dan siswa berjalan dengan baik. Sebab, dalam pembelajaran ini penyerapan pendidikan tidak hanya satu arah, namun antara guru dan siswa ada interaksi yang saling melengkapi.
Bahkan, tegas sadik, pengelolaan pendidikan dapat dilaksanakan secara terbuka, baik dalam segi managemen maupun dari sisi pengelolaan biaya operasional sekolah (BOS). Sehingga orang tua siswa dan masyarakat dapat mengetahui dan dapat ikut ambil bagian serta memberikan solusi.
“Jadi, masyarakat juga dapat terlibat dalam kegiatan pendidikan, dapat membantu sekolah yang tidak hanya berupa materi, namun bisa berbentuk pemikiran, tenaga dan sebagainya.” Pungkasnya. (roes)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !