Elpiji 3 Kg Menghilang, DPRD Turun Tangan INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Elpiji 3 Kg Menghilang, DPRD Turun Tangan

Elpiji 3 Kg Menghilang, DPRD Turun Tangan

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 17 Mei 2013 | 16.51

Tim gabungan Disperindag, Hiswana Migas dan DPRD Sukoharjo saat melakukan sidak kelangkaan elpiji 3 Kg (Foto : Armin) 
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com ; Guna mengatasi kelangkaan elpiji 3 Kg yang semakin memprihatinkan, DPRD Sukoharjo turun tangan melakukan pemantauan ke lapangan. Bersama Disperindag dan Hiswana Migas, Komisi II DPRD Sukoharjo, Jumat (17/5) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah agen dan pangkalan Elpiji di Sukoharjo.

Tim memantau langsung ketersediaan pasokan dan meminta keterangan dari pengecer serta pangkalan Elpiji di Gayam dan Langenharjo. Selain itu, tim juga memantau stok Elpiji di SPBE Parangjoro Grogol Sukoharjo.

Dari hasil sidak tersebut, tim dari DPRD, Disperindag dan Hiswana Migas menyimpulkan, jika kelangkaan gas Elpiji terjadi akibat tingginya permintaan masyarakat menyusul meningkatnya aktivitas, baik skala rumah tangga maupun UKM.

Ketua Komisi II DPRD Sukoharjo, Hasman Budiadi menjelaskan, permasalahan kelangkaan terjadi di tingkat bawah. Hal itu mengingat permintaan masyarakat yang sangat tinggi. Berdasarkan pantauan sidak, pihak Hiswana Migas bahkan telah menambah pasokan gas Elpiji 3 kg secara berkala.

“Kalau di tingkat atas, atau di stasiun pengisian tidak ada masalah. Bahkan stok untuk Sukoharjo juga sudah ditambah. Hanya kemungkinan akibat adanya pribadi yang membeli banyak atau menimbun. Mungkin karena pernyataan pemerintah akan menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Selain itu juga karena kebutuhan bertambah, akibat UKM, dan macetnya pasokan gas Elpiji 12 kg. Sehingga mereka beralih ke gas Elpiji 3 Kg,” jelas Hasman.

Sementara itu, salah satu pemilik pangkalan gas Elpiji di daerah Langenharjo, Grogol, Lukman Suratman, mengaku jika kurangnya pasokan Elpiji di pangkalannya sudah terjadi dalam 2 minggu. Jika pada hri-hari biasa pihaknya dapat melayani penjualan ke pengecer sebanyak 400 tabung per hari, namun sekarang hanya dapat 120 tabung perhari.

“Sekarang sehari cuma dapat 120 tabung 3 Kg saja. Padahal dulu bisa sampai 400 tabung. Untuk kondisi saat ini saya menjual Rp 14.750 per tabung 3 kg. Kalau untuk Elpiji 12 kg yang warna biru sudah tidak ada pasokan sama sekali. Yang biasanya menggunakan gas biru kini beralih ke 3 Kg,” tuturnya. (Armin)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved