![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, dr Guntur Subiyantoro (Foto : Armin) |
Data terkahir, virus flu burung menyerang kecanatan Polokarto dan Mojolaban. Ratusan ternak ayam dan itik mendadak mati akibat terserang flu burung. Tidak hanya itu, flu burung juga menular ke dua warga Mojolaban. Sebelumnya, ribuan ternak itik di Polokarto dan Baki juga mati mendadak terjangkit flu burung.
Karena positif terkena flu burung dua warga Mojolaban, dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Keduanya dirujuk ke RS Dr Moewardi sejak, sejak Rabu (8/5). Dirujuknya dua warga tersebut, menyusul gejala flu yang diderita pasca matinya sejumlah ayam di wilayah Desa Wirun, Mojolaban dalam 3 hari terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, dr Guntur Subiyantoro mengatakan, dua warga yang dirujuk ke RS Moewardi Solo di antaranya bernama Mardi (73), warga Ngambak Kalang, Desa Wirun, Mojolaban, serta satu warga yang masih dikonfirmasi nama dan alamatnya.
“Awalnya hanya atas nama Mardi yang kami rujuk ke RS Moewardi. Namun ada laporan lagi jika ada satu warga yang menderita gejala yang sama, dan sudah dirujuk juga ke RS Moewardi. Solo,” papar dokter Guntur, Jumat (10/5).
Sebelumnya, puluhan ayam di Ngambak Kalang, Wirun, Mojolaban diketahui mati mendadak dalam satu pekan terakhir. Puluhan ayam mati itu positif Flu Burung (Avian Influenza/ AI).
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Sukoharjo, Giyarti mengatakan, saat ini, kasus Flu Burung di wilayah Mojolaban tersebut masih dalam penanganan. Selain mengambil sampel ayam untuk di-rapid test di Balai Besar Verteriner Yogyakarta, dinas terkait juga sudah mengambil langkah preventif.
Dinas Pertanian sudah melakukan vaksinasi terhadap ayam di wilayah Ngambak Kalang dan sekitarnya. Dinas pertanian juga mensosialisasikan kepada warga tentang cara pemusnahan ayam yang terjangkit Flu Burung sesuai gejalanya dengan membakar ayam atau menguburnya. ( Armin )


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !