![]() |
| Fahri Hamzah (PN-o250) |
"Dia tahu dosanya. Saya belum berminat memaafkan kalau dia tidak minta maaf kepada saya. Biar Allah membalasnya," kata Sudi seusai Salat Jumat di Istana Bogor, Jawa Barat, (5/7).
Sudi menegaskan, fitnah itu didengar seluruh orang. Maka, lanjutnya, Fahri harus meralatnya dan menyatakan kalau tidak benar. "Saya tidak pernah merekayasa. Naudzubillah," tuturnya.
Namun, ia tidak akan melakukan proses hukum atas tuduhan yang dilemparkan Fahri itu. Sudi mengatakan, sebagai muslim Fahri tahu konsekuensinya menyebarkan fitnah.
"Biar dia tanggung. Yang jelas saya tidak melakukan itu dan saya nyatakan itu fitnah. Dan saya tidak berbohong. Biar Allah yang menghitungnya. Ingat, Allah tidak akan memaafkan fitnah yang dilakukan seseorang, kecuali orang yang difitnah memaafkan. Dan dia harus meminta maaf dan harus didengar oleh seluruh orang yang pernah mendengar fitnah itu," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah kembali menyerang pemerintah. Partai pimpinan Anis Matta itu menuding Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam dalang dibalik kasus suap impor daging Sapi yang menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).
"Yudi Setiawan sebetulnya nama yang sering dibawa dia, nama Sudi Silalahi dan Dipo Alam. Setiap ketemu LHI, dia (Yudi) bilang salam dari Sudi Silalahi. Peran Dipo Alam besar sekali. Otak di balik kasus ini ya Dipo Alam," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/7).
Fahri menjelaskan, dalam membuat skenario tersebut, Dipo memanfaatkan jaringan yang ada di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). "Otaknya juga mata-mata kabinet itu UKP4. Ini akan ke arah sana temuannya. Pertanyaannya, kita harus secara riil menelisik perkara ini satu-persatu, bagaimana pola ini digerakkan," terangnya.
Anggota Komisi III itu menambahkan, kasus tersebut sangat sulit dikaitkan dengan Luthfi. Pasalnya dalam operasi tangkap tangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berhasil menangkap langsung Luthfi. Sementara uang yang diduga sebagai suap juga belum diterima oleh Luthfi.
"Sekarang ini LHI juga tidak nyambung, uangnya tidak sampai ke LHI kok. Kalau KPK berkomitmen dengan kebenaran, kenapa penyadapan terhadap Ahmad Fathanah dengan orang yang ambil uang ke Le Meredien dan sopir tidak diungkap ke publik," ujarnya. (PN-o250)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !