![]() |
| Pendemu solat jumat di halaman kantor bupati (Armin) |
Aksi itu digelar sebagai aksi keprihatinan pembangunan pasar di kota Sukoharjo yang tak kunjung selesai. Informasi yang diperoleh Bupati
Sukoharjo, Wardoyo Wijaya enggan menemui peserta aksi tersebut.
Keengganan Bupati itu diduga karena aksi pedagang sudah ditunggangi
oleh orang bukan pedagang.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo, Fajar Parwanto, mengatakan aksi untuk sekian kalinya sebagai ungkapan rasa keprihatinan, atas mangkarknya proytek pasar Ir.Soekarno. Dia berharap, lewat aksi ini pembangunan pasar segera diseselaikan oleh Pemkab Sukoharjo. Sayanganya, sampai petang Bupati tidak mau menemui, keluhnya.
Merasa kesal, dua spanduk ukuran besar itu dipasang di pinggir Jalan
Sudirman depan pintu masuk Kantor Pemkab Sukoharjo. Terpisah, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya ditemui seusai Salat Jumat menegaskan, dirinya mau menemui pedagang yang ikut aksi bukan orang lain. “Jika peserta aksi, pedagang pasar saya temui. Tadi sudah ada negosiasi namun semua peserta aksi ingin bertemu. Ya saya tolak, karena ada orang lain yang bukan pedagang.
Menurutnya, Pemkab tak akan menelantarkan pedagang. “Pemerintah tidak berdiam diri. Tahapan penyelesaian pembangunan Pasar Ir Soekarno sudah dibuat. Diantaranya, audit tim independen dan audit saat ini sedang berlangsung. Hasil audit itu akan disodorkan ke BPKP untuk mendapatkan opini. Opini dari BPKP itu yang menjadi dasar Pemkab untuk mengalokasikan anggaran penyelesaian pembangunan pasar.”
Jadi, tegasnya, tahapan sudah jelas. “Pemkab tak mau dirugikan dalam
pembangunan pasar. Jika pemerintah menerima apa adanya bangunan pasar seperti sekarang, jika muncul persoalan yang bertanggung jawab siapa”? (Armin)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !