![]() |
| Ilustrasi politik uang di Pilgub Jatim (Dok) |
Syafrudin mengaku pertama kali diundang Soekarwo difasilitasi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Timur dalam forum silaturahim pada 4 Januari 2013. Namun, Syafrudin dan anggotanya tidak hadir.
Hal itu diungkapkan Syafrudin dalam sidang lanjutan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta Jumat (26/7) terkait pelanggaran kode etik yang diadukan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Herman S terhadap KPU Jawa Timur.
"Sekitar seminggu saya diundang lagi ke kantornya, dan ketemu ajudannya Karsali lalu dikasih uang Rp 15 juta. Dia bilang ini uang silaturahim dari Pakde Karwo. Saya tanya ke dia ternyata tanpa perlu tanda terima," ungkap Syafrudin saat bersaksi di DKPP Syafrudin menyebutkan setelah pertemuan itu ada pertemuan kedua dengan 22 partai politik nonparlemen yang dikoordinir oleh Jaelani.
Namun, ia tidak hadir. Jaelani adalah Koordinator Asosiasi Partai Non Parlemen (APNP) Jawa Timur dan Ketua DPD Partai pasangan arnas yang mendukung Pakde Karwo-Saefullah Yusuf. Menurutnya, tiap parpol mendapat guyuran dana Rp 15 juta. Sebesar Rp2 juta di antarnya disumbangkan.
"Sekitar bulan Februari ada pertemuan lagi, tapi saya diminta koordinasi dulu dengan APNP. Saya enggak mau membangun komunikasi politik yang diperantarai. Saya mendengar teman-teman terima Rp 20 juta," katanya. Sejak saat itu, Safrudin mengaku tidak berhubungan lagi dengan APNP. Jaelani juga sempat meminta Syafrudin tidak mengungkap hal itu. (PN-o250)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !