![]() |
| Aksi menulak Ormas Radikal (PN-o250) |
Semestinya semua elemen negara tidak saling melempar masalah tetapi bersatu padu menghadap ulah kelompok sipil yang mengambil alih peran aparatur keamanan. ''Mendagri, polisi dan pemda harus bersinergi mengatasi semua perilaku anarki berbasis massa sipil. Polisi harus berani menangkap aktor intelektual, bukan malah menguber warga yang membveka diri,'' kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid kepada wartawan, Selasa (23/7).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi peringatan terhadap Fron Pembela Islam (FPI) agar tidak melakukan tindakan kekerasan. Hal itu menyusul terjadi bentrokan antara FPI dan warga di Sukorejo Kendal, Jateng pada pekan lalu (18/7).
Sedangkan Mendagri Gamawan Fauzi mengeluh tentang sanksi yang lunak terhadap ormas yang bersikap anarkistis dalam UU Ormas yang baru. Dia menilai proses pembekuan hingga pembubaran ormas anarkistis terlalu panjang. ''Pemerintah sebenarnya ingin bertindak cepat. Begitu terjadi aksi anarkistis kami ingin langsung membubarkan. Bila ada yang keberatan silakan ajukan upaya hukum,'' kata Gamawan.
Namun, katanya, usulan pemerintah tersebut ditanggapi sinis berbagai kalangan. ''Kami diianggap otoriter,'' keluhnya.[PN-o250]


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !