![]() |
| Terlihat saat pembukaan Festival Wayang Bocah yang ditandai dengan memukul gamelan [ska] |
Pembukaan ditandai dengan memukul gamelan. Sanggar Eka Santi Budaya berkesempatan tampil pertama. Penampilan mereka mengundang gelak tawa para penonton yang mayoritas masih duduk di bangku sekolah.
Selain itu, sejumlah sanggar yang mengikuti festival tahunan ini antara lain Sanggar Tari Soerya Soemirat GPH Herwasto Kusumo Istana Mangkunegaran, Sanggar Sana Puspa Budaya, Sanggar Eka Santhi Budaya, Sanggar Kridha Budaya, dan Sanggar Galuh Art.
Dalam pementasan, panitia membebaskan materi yang ditampilkan dalam pementasan ini. Lakon yang ditampilkan bisa mengambil sumber cerita pakem dari Mahabarata, Ramayana, atau lakon carangan (inovasi cerita yang dikembangkan dari Mahabarata dan Ramayana).
Meskipun mengandalkan anggaran yang terbatas, Disbudpar enggan meniadakan agenda tahunan ini dengan alasan tak mau proses regenerasi wayang terhenti. Untuk menyiasatai, tahun ini pihaknya menggandeng sejumlah sponsor untuk membuat gelaran ini bisa tampil semarak.
Walaupun tidak dibuat dalam format perlombaan, namun festival ini akan memberikan penghargaan kepada kelompok penyaji terbaik, pemeran putri terbaik, pemeran putra terbaik, dan penyaji komedi terbaik.
Gelaran puncak yang digelar di Benteng Vastenburg, Rabu malam, akan menampilkan pertunjukan kesenian dari Sanggar Sarwi Retno Budaya, Sanggar Pacet Melar Etnic Music Community, Kelompok Karawitan Paguyuban Putra Putri Solo, Kelompok Tari SD Banjarsari, dan Kelompok Dolanan Anak Baluwarti. (rdo&nv/ska)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !