Jalan Arah Obyek Wisata Deles dan Evakuasi Pengungsi Rusak Parah Dikeluhkan Timbulkan Kecelakaan INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Jalan Arah Obyek Wisata Deles dan Evakuasi Pengungsi Rusak Parah Dikeluhkan Timbulkan Kecelakaan

Jalan Arah Obyek Wisata Deles dan Evakuasi Pengungsi Rusak Parah Dikeluhkan Timbulkan Kecelakaan

Ditulis Oleh redaksi Senin, 23 September 2013 | 11.28

Jalan berlubang ditanami pohon pisang [Sumanato] 
KLATEN - INDEPNEWS.Com : Meski sudah dilaporkan, jalan raya jalur wilayah Kecamatan Karangnongko arah ke obyek wisata Deles Indah, dan jalur evakuasi pengungsi Gunung Merapi Kecamatan Kemalang tepatnya mulai ruas jalan raya Desa Demak Jagalan, Karangnongko, Klaten rusak parah dan belum diperbaiki. 

Kondisi demikian dikeluhkan warga dan pengguna jalan, karena tingkat kerusakannya membahayakan pengguna jalan dan warga. Terlebih jika turun hujan, lubang tersebut tidak kelihatan karena tertutup air dan bisa menyebabkan kecelakaan lalulintas "Jalur mulai dari sebelah barat kantor Kecamatan Karangnongko, tepatnya Desa Karangnongko sampai wilayah Kecamatan Kemalang, ruas jalan banyak berlubang, bahkan jembatan ambrol dan jebol. 

Kondisi jalan tersebut sudah membahayakan pengguna jalan terutama bagi pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor dari luar daerah yang tidak hafal dengan medan jalan. Karena jika motor sampai masuk ke lubang yang besar dan dalam bisa jatuh," ungkap seorang pengguna jalan, Saeminto, warga wilayah Kecamatan Karangnongko, Senin (23/9).

Diungkapkan, kerusakan jalan itu dikarenakan jalur alternatif setempat sering dilalui truk pengangkut bahan golongan C (pasir dan batu-red) dari kawasan Kali Woro, Kemalang, lereng Gunung Merapi. Selain itu, juga sering dilalui kendaran besar lainnya yang sarat dengan muatan yang tak sesuai dengan klas jalan. "Jalan ini masuk kelas jalan III C, tapi sering dilalui kendaraan berat sehingga jalan mudah rusak," ujngkap dia.

Menurut Haryono, warga yang lain, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas, jalan yang berlubang oleh warga ditutup dengan drum bekas dengan ditancapkan tongkat berbendera, dan yang berlubang ditutup dengan tanah. Namun, kata dia, cara itu tidak efektif karena tidak dapat bertahan lama. Karena, jika turun hujan timbunan tanah itu hanyut tergerus air dan jalan kembali berlubang.

Kendati demikian, sejauh ini belum dilakukan perbaikan oleh pihak intansi terkait. Sementara perbaikan yang dilakukan warga dengan cara menambal lubang dengan tanah dan semen sifatnya hanya sementara. "Kami tidak tahu kenapa pemerintah tidak segera memperbaiki jalan yang rusak. Padahal jalur alternatif arus lalulintasnya sangat ramai dan juga dilalui oleh kendaraan yang bukan kelas jalannya," kata Widodo warga desa Karangnongko yang mengaku setiap hari melihat lalu lalang truk pengangkut bahan galian golongan C diwilayah setempat.

Menurut dia, perbaikan yang dilakukan warga tidak dapat mengantisipasi terjadinya kecelekaan lalulintas. Pasalnya, perbaikan yang dilakukan warga tidak dapat bertahan lama. "Yang jelas kalau hanya ditambal pada bagian yang berlubang saja, jalan itu masih tetap berbahaya," tambah dia.

Sehubungan itu, pihaknya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut sebelum ada korban kecelakaan lalulintas di sepanjang jalur tersebut bertambah banyak. Pasalnya, para pengguna jalan baik sepeda motor maupun sangat mengeluhkan banyaknya lubang di jalan tersebut. "Warga sudah melakukan upaya agar pemerintah segera memperbaikinya, tapi hingga sekarang belum dilakukan perbaikan," tandas dia lagi.

Sementara itu, Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten, Juwito mengungkapkan, timnya sudah melaKukan pengecekan ke lapangan. Menurutnya, struktur jembatan yang ambrol masih kuat, namun diakui memang bangunannya perlu diperbaiki. "Direncanakan seceptnya jembatan tersebut akan dibenahi sementara dengan dana pemeliharaan APBD Perubahan tahun 2013 ini," tandasnya. (Anto) 
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved