![]() |
| Jusuf Kalla saat menjadi keynote speaker dalam acara Pembekalan dan Perencanaan Kampanye Politik Menghadapi Pemilu 2014 [HA] |
Dalam pesan-pesannya, mantan Wakil Presiden RI 2004-2009 ini menjelaskan bahwa kita semua harus membedakan mana cita-cita individu dan cita-cita bersama. Nah, menjadi anggota DPR itu merupakan cita-cita bersama. Karena itu, menjadi anggota dewan harus membawa kepentingan bersama pula.
Lebih lanjut, JK menyinggung soal peran perempuan dewasa ini.
“Belum lama saya ikut hadir di wisuda UI. Saya lihat, dari 8000 wisudawan, 60% wanita, 1500 cum laude, 70%-nya ternyata perempuan,” kata JK, “Jadi kini perempuan makin berperan karena teknologi, karena mesin cuci, rice cooker, microwave dan kulkas. Juga hadirnya super market.”
Menurut Ketua Palang Merah Indonesia ini, dulu perempuan habis waktunya untuk mencuci, memasak dan belanja.
“Sekarang berbeda. Pekerjaan rumah itu (bisa dikerjakan) hanya sebentar saja. Sekarang anda-anda belanja sore setelah kerja, cukup seminggu sekali,” ujar JK yang disambut tawa hadirin termasuk para caleg wanita.
Dampaknya, menurut JK, kepentingan perempuan makin besar, yakni ingin terlibat dalam banyak hal termasuk dalam bidang sosial dan politik. Hal ini juga didorong dengan pendidikan, teknologi dan petaturan sehingga ini semua mendorong peran perempuan di publik makin besar.
“Indonesia tidak terlalu tertinggal. Kita bahkan unggul dibanding US. Anggota kongres US itu 17% perempuan, di Indonesia 18%. Senat di US 20% perempuan sementara di Indonesia 28%,” kata JK mengomentari soal perkembangan peran perempuan saat ini dalam hal politik.
“Menteri perempuan kita ada 4, sementara Australia cuma punya 1. Tapi soal gubernur, kita kalah dari Amerika. Gubernur perempuan hanya 1 di Indonesia dari 35 propinsi. Di US ada 6 gubernur perempuan dari 50 negara bagian,” lanjut JK.
Mengenai jalan para perempuan Indonesia menjadi wakil rakyat, JK berpesan bahwa proses terpilihnya menjadi anggota DPR itu seperti pacaran, bisa murah bisa mahal. Awalnya kenal, suka, dan dipilih.
Ketua Dewan Masjid Indonesia ini mengatakan bahwa seseorang bisa terpilih karena performa dan harapan yang diberikan. Orang terpilih perlu modal sosial bukan hanya spanduk. Modal sosial itu, kata JK, adalah peran perempuan di kegiatan-kegiatan sosial misalnya di posyandu, pesantren dll. Seorang caleg perempuan harus mengabdi pada masyarakat sehingga dikenal dengan baik.
“Uang perlu, tapi tak mutlak. Buktinya tak semua orang kaya terpilih. Justru trennya money politic makin tak populer,” tandas JK, “Seperti Jokowi. Ia terpilih bukan karena spanduk, tapi modal sosial yang kuat.”
JK juga berpesan bahwa saat ini orang makin percaya pada personal orang yang akan dipilih ketimbang partai apa yang ia wakili.
“Orang menilai dua hal, apa kelebihannya dan apa kekurangannya. Orang akan memilih dari selisih positif dan negatif itu. Orang menilai pribadi bukan partai. Lagipula, perbedaan antara partai nasionalis dan religious makin tipis,” kata JK.
JK melanjutkan bahwa menjadi pribadi yang jujur itu penting sekali. Namun konsep jujur yang benar juga perlu diketahui.
“Orang jujur itu adalah orang yang diberi kekuasaan dan tetap jujur. Kalau tak punya kekuasaan dan jujur itu biasa saja,” ujar JK.
Pesan JK pada caleg-caleg perempuan, turunlah ke bawah dan bicaralah soal sosial. Mereka diharapkan memahami dan mempraktikkan strategi pacaran yakni popularity dulu dengan buat orang tahu, lalu likability buat orang suka, dan terakhir electability buat orang percaya dan memilih.
“Contohlah Hj. Aisyah Aminy (Anggota DPR RI) yang berkali-kali terpilih dan terbukti mempunyai peran sosial. Jangan seperti mereka yang berurusan dengan KPK sekarang,” pesan JK.
Terakhir, mengenai peran perempuan secara umum, JK mengatakan bahwa perempuan harus maju di berbagai bidang supaya Indonesia juga maju.
“Tanpa peran perempuan, Indonesia seperti motor bermesin satu silinder. Lambat jalannya. Kalau wanita ikut aktif, (Indonesia) seperti motor dua silinder, lebih kencang melaju dan lebih reliable,” pungkas JK. [HA]


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !