![]() |
| Suasana TKP saat terjadi kebakaran [Ali] |
Menurut informasi yang diperoleh, api diduga bersumber dari percikan arus pendek (korslet) listrik di rumah milik Aboy. Api semakin membesar membakar rumah korban yang hanya dihuni tiga orang itu, yakni Aboy bersama seorang anak lajangnya, Chung Heng, 35, dan cucunya Angel.
Sempat terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas rumah yang berjualan kelontong itu. Tak berapa lama, api menyambar ke rumah Nanang yang berada di sebelahnya, diikuti tiga rumah lainnya yang berada di belakang. Hanya saja, ketiga rumah ini hanya bagian dapurnya saja yang terbakar. “Saya lihat api sudah besar di rumah nenek Aboy yang menyambar ke rumah tetangganya. Beberapa saat sebelum peristiwa itu terjadi di wilayah Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa memang tengah mengalami pemadaman listrik.
Setahu saya di rumah itu ada tiga orang, sama anak laki-lakinya yang masih lajang, tapi pas kejadian si Chung Heng lagi enggak di rumah,” ujar Panut, 43, warga setempat saat hendak pulang ke rumahnya yang masih satu lingkungan dengan korban. Sembari menunggu mobil pemadam tiba,sejumlah warga yang mengetahui api yang semakin membesar dan menyambar ke rumah tetangga langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, Namun, upaya petugas damkas terhalang lantaran jalan menuju lokasi kejadian hanya dapat dilintasi satu kendaraan.
Kondisi yang tidak bersahabat ini membuat petugas damkar kesulitan memadamkan kobaran api. Masih menurut Panut, di rumah korban memang ada tabung gas ukuran 3 kilogram (kg) yang biasa dijual korban. Jadi, kuat dugaan suara ledakan itu berasal dari api yang menyambar tabung gas di rumah itu. “Sudah kami bantu padamkan pakai air seadanya, sebelum datang pemadam, tapi sepertinya nenek Aboy sama cucunya, masih di dalam rumah, enggak bisa keluar, terjebak di kamar,” ungkap pria ini.
Setelah berusaha memadamkan api selama tiga jam lebih, akhirnya petugas damkar berhasil mengevakuasi kedua korban dari dalam kamar dengan kondisi yang sungguh memilukan, betapa tidak, Korban ditemukan dengan kondisi hangus terpanggang dan saling berpelukan. Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang, Lubukpakam, untuk diautopsi.
“Kedua korban sudah dievakuasi ke RSUD Deliserdang untuk kepentingan autopsi, sebelum disemayamkan di rumah saudaranya di Desa Kebun Sayur, Kecamatan Tanjung Morawa juga,” ujar Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tanjung Morawa Ajun Komisaris Polisi (AKP) Telly Alvin.
Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi (police line) di lokasi. Sejauh ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. (Ali)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !