![]() |
| JK blusukan di kota Solo mencari warung penjual tengkleng [HA] |
JK sempat mencicipi masakan lezat tersebut, namun kurang puas karena bukan di tempat aslinya. Karena itu, begitu meninggalkan Universitas Muhammadiyah, JK mengajak Rachmat Gobel, Timbo Siahaan (Jak TV), Ricky Rahmadi (Suara Karya) dan Putra Nababan (Metro TV), blusukan di kota Solo mencari warung penjual tengkleng.
Pilihan akhirnya jatuh di warung tengkleng Mba Diah. Warung ini tampaknya masuk kategori favorit karena ramai pengunjung. Menurut JK "Ini baru nyaman, bisa keringatan kalau makan di tempat aslinya. Makan kuliner daerah baru nikmat kalau langsung di warungnya, kalau sekedar di sela sela acara seremonial, pasti tidak diselami cita rasanya, paling sekedar kenyang. Padahal menurut JK, kita juga butuh suasananya, karena suasana membuat adrenalin makan meningkat, kata JK.
Suasana di warung Mba Diah memang sangat menunjang. Tidak heran kalau JK bersama rombongan akhirnya tidak saja memesan tengkleng, tetapi juga sate kambing, dan togseng. "Nah pernak pernik ini yang tidak ditemui di acara pengukuhan," kata JK sambil menunjuk togseng, satu dan kerupuk.
Di sini kita makan sesuai pilihan, kalau di tempat acara kita sudah dipatok harus makan yang sesuai menu meja makan, kata JK. Padahal, "anda lihat sendiri kan? Ternyata tengkleng banyak pengawalnya kata JK; ada togseng, ada sate buntel, sate daging kambing. Tengklengnya juga aneka pilihan, ada sumsum, otak, kikil atau campuran dengan daging rusuk."
Melihat JK menyantap dengan lahap daging kambing tengkleng, Putra Nababan, sempat tercengang, "masih berani makan kambing Pak JK?" tanya Putra. JK pun sigap menjawab " masih, yang penting perkuat dengan jogging, bakar lemak dan karbo tiap pagi." "saya juga heran, biasa orang tidak mau makan garam sama sekali, padahal garam juga penting untuk tubuh," kata JK sambil tertawa lepas.
Urusan makan memakan, JK memang termasuk "pasukan berani tambah," kalau ketemu makanan khas daerah yang heboh lezatnya, pastilah tidak dilewatkan. "Kapan lagi ketemu di tempat aslinya, karena itu manfaatkan dan maksimalkan kesempatan. Lagian ini penting untuk memberi semangat bagi industri kuliner di daerah, kata JK yang memang penyuka masakan khas daerah. [HA]


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !