Mencari Kekuasaan Dengan Uang INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , » Mencari Kekuasaan Dengan Uang

Mencari Kekuasaan Dengan Uang

Ditulis Oleh redaksi Sabtu, 28 September 2013 | 21.15

Opini : Jurnalis indepnews.com/joko larsono
INDEPNEWS.Com : Apakah anda mengenal yang namanya Ilmu Politik? Ya, Ilmu Politik merupakan salah satu bidang ilmu yang terus mengalami perkembangan, seiring dengan dinamika perkembangan masyarakat politik (polity) yang menjadi kajiannya.

Apabila dilihat dari perkembangan ilmu tersebut, yaitu di lihat dari beragamnya pendekatan (approaches) untuk memahami dan menjelaskan fenomena politik, mulai dari pendekatan kelembagaan, pendekatan perilaku, pendekatan kelembagaan baru, pendekatan post-kelembagaan, dan pendekatan-pendekatan lainnya. 

Akan tetapi, politik dari tingkat pemilihan kepala daerah (Pilkada) hingga pemilihan preseden pun (Pilpres), politik sering terkotorin oleh berbagai adat kebiasaan yang tidak sehat bahkan meyesatkan rakyat banyak. 

Contoh ringan money politic (politik uang), sampai ke intimidasi. Kalau semua calon pemimpin mulai dari pemilihan kepala daerah, pemilihan bupati, gubernur, wakil rakyat hingga pilpres ada yang berpedoman bahwa uang adalah segalanya atau uang adalah yang membuat itu menang (bukan sebuah prestasi), jelas pendidikan politik yang kurang pas bagi negeri ini. 

Kembali kemasalah ilmu politik. Tidak dipungkiri bahwa perkembangan ilmu politik, apabila dilihat dari beragamnya teori tersebut lahir dari studi-studi empiris mengenai fenomena politik. Baik dari hasil studi kasus maupun hasil dari perbandingan mengenai fenomena serupa di sejumlah daerah maupun wilayah lain. Bahwa ilmu politik semakin hari semakin mengalami peningkatan, baik didunia pendidikan maupun dalam pemerintahan. 

Perkembangan tersebut tidak lepas dari semakin kompleksnya fenomena politik di berbagai negeri ini, bahkan belahan dunia, baik pada level negara, kelompok maupun individu. Kita sebagai rakyat kecil, secara tidak sadar bahwa sering kali dijadikan mesin politik dalam perebutan kekuasaan. Dalam perebutan kekuasaan itu tadi, bahkan rakyat sering menjadi korbannya.

Bagaimana kalau permainan uang dalam meraih kekuasaan itu terus bergulir? 

Jawabnya : rakyatlah yang harus bisa menyikapi. 

Apabila rakyat dalam menentukan pemimpinan/wakil rakyat menunggu datangnya uang? Karakter yang sudah membudidaya itu, memang sulit dihilangkan. Akan tetapi bagaimana kalau pemimpin/wakil rakyat selalu mengunakan target/ kemenangan dengan selembar kertas. Yang hanya dinikamti hanya hitungan menit maupun jam saja. 

Tetapi, nanti sifat kesulitannya lebih pahit dari hitungan bulan bahkan bertahun tahun. Dan apabila politik uang itu menjadi target utama dalam meraih kursi empuk. Ya, sudah tengelamlah negeri ini berlahan lahan. Kalau sudah begini, kita sebagai masyarakat awam. Harus lebih cerdas dalam menentukan pemimpin. Jangan sampai terkena rayuan uang, terlebih rayuan visi dan misi. 

Padahal rakyat sendiri nanti akan merasakan baik dan buruknya pilihan tersebut.

Mengenai serang menyerang, saling ejek, saling pukul bahkan saling membunuh satu dengan yang lainnya. Itu jangan sampai terjadi di daerah kita masing masing. Kalau hal itu terjadi, jelas rakyat yang menanggung resikonya sendiri. 

Fenomena itu, sering terjadi didunia politik didaerah kita juga didaerah lain dibangsa ini. 

Padahal rakyat memperjuangan capek capek kalau sudah terpilih belum tentu mengerti dengan orang yang memperjuangkan hingga tak kenal lelah dan waktu itu tadi.

Heem..politik memang kejam! 

Apabila ada yang mengatakan politik itu kejam! Jawabnya adalah " ya" sebab, tidak semua orang mengenal politik (Ela elu) yang pada akhirnya hanya menjadi mesin politik. 

Yang jelas kita sebagai rakyat kecil yang tidak banyak tau berpolitik, tidak boleh ela elu (ikut-ikutan) yang tidak tau arah dan tujuan. Entah itu menentukan pilihan pada tingkat Kepala Desa, wakil rakyat (DPRD/DPR RI), Bupati, Gubernur hingga pemilihan presiden (Pilpres). 

Menentukan, harus cermat, cerdas dan tidak tergoyangkan dengan iming-iming dan "Janji-janji semu" Yang ujung-ujung membuat rakyat menderita, rakyat sengsara. Bila diakui bahwa ilmu politik sendiri relatif baru perkembangannya, karena lembaga yang secara khusus menyediakan pendidikan ilmu politik baru dibuka pasca kemerdekaan. Awal perkembangannya pun masih kental dengan pendekatan lama dari ilmu politik yang menekankan pada aspek kelembagaan pada studinya, (**)

Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved