Bara JP Minta Pengamat Independen Pantau Grup Jokowi 650 Ribu Orang INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Bara JP Minta Pengamat Independen Pantau Grup Jokowi 650 Ribu Orang

Bara JP Minta Pengamat Independen Pantau Grup Jokowi 650 Ribu Orang

Ditulis Oleh redaksi Kamis, 24 April 2014 | 10.25

AKARTA - INDEPNEWS.Com : Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) yang mengelola grup dengan anggota 650.258 orang (per Kamis 24/4 pagi) di alamat https://www.facebook.com/groups/jokowipresiden7/, meminta pengamat independen untuk memantau.
           
"Silakan lihat sendiri bagaimana serangan terhadap Jokowi sangat gencar. Setiap hari sedikitnya 2.000 orang masuk menyusup tetapi malah mempromosikan Prabowo Subianto," ujar Sekjen Bara JP, Utje Gustaaf Patty di Jakarta, Kamis (24/4).
           
Utje mengatakan, adalah keliru total jika Relawan Jokowi dianggap menyerang, sebab doktrin pendukung Jokowi, jangan meninggikan Jokowi dengan merendahkan orang lain.
           
"Kami ini bukan bukan fans club, kami mendukung Jokowi dengan pemahaman yang jelas. Kami Relawan, bukan orang bayaran seperti pasukan berseragam mewah waktu kampanye di Gelora Bung Karno, diperiksa komandan dengan naik kuda," tegas Utje.
           
Relawan Jokowi, tidak akan pernah mampu membeli seragam untuk ribuan orang. Relawan malah menyumbang gerakan. "Boro-boro beli seragam mewah, makan saja sudah," ujar Utje.
           
Menurut Utje, Bara JP jika penegak hukum memantau grup Bara JP. Hasilnya diumumkan, yang menyerang siapa, yang diserang siapa. "Sekarang yang terjadi, penyerang malah mengaku diserang. Lucu," tukasnya.

'Pasukan Nasi Bungkus'

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, meminta pemerintah menerapkan aturan soal kepemilikan akun di dunia maya atau jejaring sosial.
           
Menurut Fadli, sudah bukan saatnya lagi di Indonesia akun-akun fiktif bisa ada dan sembarangan membuat komentar atau pernyataan. Fadli menyebutnya sebagai istilah 'pasukan nasi bungkus' yang sering menyerang Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
           
"Saya kira sudah waktunya turun tangan pemerintah atau institusi yang berwenang dalam hal ini untuk mengatur. Sehingga orang tahu, sehingga demokrasi kita itu jelas. Di Singapura tidak bisa, di Malaysia tidak bisa orang dengan seenaknya membuat akun seperti itu, jadi ada kontrol lah," kata Fadli di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (23/4) kemarin.
           
Fadli menilai Indonesia terlalu liberal bahkan lebih dibanding Amerika. Amerika saja, kata dia, kepemilikan akun media sosial dibatasi.
           
"Itu kan keprihatinan terhadap maraknya dunia sosial media. Menurut saya, sekarang ini kita negara liberal, tetapi terlalu liberal. Di negara liberal seperti di Amerika itu sendiri dibatasi. Tidak boleh orang sembarangan bikin akun palsu dan menfitnah orang seperti itu," kata dia.
           
Sekadar informasi, untuk meredam serangan 'pasukan nasi bungkus' di dunia maya, Gerindra membuat tim online khusus. Tim tersebut bertugas untuk membuat perimbangan untuk melakukan kampanye positif. (RJ)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved