![]() |
| Nurhasanah Nasution (Ayub) |
Ibu yang berdarah Mandailing, yang dalam aktivitas se hari - harinya selalu disibukkan dengan kegiatan seni dan Budaya Tapsel Madina.
Lagu ini beliau ciptakan berlatar belakang pengalaman beliau tersendiri. “Pada tahun 80 an silam saya bertemu dengan seorang anak gadis, di kota Jakarta, pendek ceritanya dengan dialog Panjang Kani, anak gadis separoh baya tersebut secara pasti bahwa dia tahu saya orang mandailing.
Dan saya pun menerka bahwa gadis tersebut orang mandailing juga, di sela dialog tersebut anak itu spontan memetong pembicaraan, “kakak ini orang mandailing?” “ia saya orang Mandailing marga Nasution pula, saya juga mandailing, tapi saya malu menunjukkan identitas saya sebagai orang Mandailing,” begitulah diceritakan Nurhasanah Nasution saat Wartawan Independent News menemiui di kediamanya di Jalan Pedati Kebun Nanas Jakarta Timur DKI Jakarta belum lama ini.
Lanjut Nurhsanah Nasution, “itu memang satu kejadian yang membuat saya tidak habis pikir kenapa begitu, maka dengan kejadian tersebut terinpirasilah saya memberikan pemhaman dan pembelajaran tentang makna dan harkat budaya Tapsel Madina itu, agar seni dan budaya Tapsel Madina tetap terjaga berharkat serta lestari selamanya.”
Kemudian, apa lagi mengingat di Era Globalisasi Imformasi saat ini generasi muda mandailing Tapsel khsusuya, dengan arus budaya barat yang liberal, individual dan kapitalis, anak muda saat ini sangat rentan terkontaminasi. Yang lebih ironinya mereka lebih suka mengadospsi Budya Barat ketimbang budaya daerahnya sendiri.
Inilah salah satu tantangan besar terhadap generasi muda Mandailing Tapsel yang hidup dan tinggal di perantauan ini khususnya di kota Metro Politan ini ujar Nurhasanah Nasution dengan aura muka kesal.
Nurhasanah Nasution berharap agar para orang tua khususnya warga Mandailing Tapsel yang ada di perantau ini agar terus memberikan pemahaman dan pembelajaran tentang makna seni dan budaya Tapsel Madina. “Sebab Seni dan Budaya kita ini, memiliki nilai etika yang sangat baik dalam interaksi sosial begitu juga dalam bentuk kekeluargaan.
Jelas kata Nur hasanah Nasution Seni dan Budaya kita ini tidak pernah bertententangan dengan aturan serta syariat agama begitu juga dengan Idiologi bangsa kita, yaitu Panca Sila dan Undang Undadang Daar 1945 harap nya. (Ayub)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !