![]() |
| SMP Negeri 1 Babelan (an) |
“Parahnya lagi, keterlambatan ini sering terjadi,” keluhnya. Tidak hanya gaji, di SMPN 1 Babelan, yang parahnya biaya fotocopy yang seharusnya tercantum dalam alokasi penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus dibayar para guru honor.
“Kadang, satu kelas saya harus mengeluarkan uang fotocopy Rp70 ribu, sedangkan saya mengajar di 33 kelas, kok Kepala SMPN 1 Babelan seperti tidak peduli dengan keberadaan kami,” protesnya panjang lebar.
Sementara salah satu guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) SMPN 1 Babelan mengaku prihatin, kondisi yang dialami para guru honor. “Secara pribadi saya sungguh prihatin dengan nasib para guru honor disini soal kesejateraannya, sebab masalah honor disini memang sering terlambat,” tuturnya bersimpati.
Menurutnya kepala sekolah harus lebih peduli terhadap nasib guru. “Minimal harapan mereka untuk terdaftar di UNPTK atau sertifikasi segera terwujud agar kesehjahteraan lebih baik,” tandasnya.
Sementara Kepala Tata Usaha SMP Negeri 1 Babelan, Yani, mengakui benar adanya keluhan guru honor tersebut.
“Ya memang sudah terhitung 2 bulan honor guru belum bisa kita bayarkan, sebab BOS belum turun, dan memang untuk guru honor disini hanya bisa kita berikan honornya dengan BOS, ya kalau BOS nya nggak telat juga honor pasti nggak telat,” jelasnya. (An)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !