KLATEN - INDEPNews ; Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Pemotongan Hewan
(RPH),melakukan sidak daging di beberapa pasar tradisional. Dalam razia kemarin
(19/6), petugas berhasil menemukan 15 kg daging ayam suntikan dari tiga
pedagang.
Keterangan
yang berhasil dihimpun, sidak tersebut dimulai pada pukul 06.00 Wib. Sasaran
yang pertama dituju tak lain adalah Pasar Klaten yang tak pernah sepi dari
pengunjung. Di tempat tersebut, petugas menemukan sedikitnya 15 kg daging ayam
yang telah disuntik oleh penjualnya.
“Daging
tersebut sengaja disuntik. Dibandingkan dengan daging normal, selisihnya
mencapai 2 ons,” ungkap Kepala UPTD RPH Klaten, Murtopo.
Tanpa
pikir panjang, tim langsung menegur pedagang yang kedapatan menjual daging ayam
suntikan. Teguran ini sengaja diberikan untuk memperingatkan pedagang agar
tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi. Pasalnya, selain merugikan konsumen,
daging yang telah disuntik juga memicu tumbuhnya bakteri.
“Yang
jelas, kami tidak ingin konsumen dirugikan dari ulah pedagang nakal ini,” imbuh
Murtopo.
Sementara
itu, koordinator sidak, Agus Jaka Sriyana mengatakan, daging yang telah
disuntik juga tidak tahan lama. Untuk itu, Agus meminta kepada pedagang yang
tertangkap basah menjual daging suntikan tidak melakukan perbuatan serupa lagi.
“Yang
jelas kami kasihan dengan konsumen. Sudah ditipu dengan berat daging yang
disuntik air, mereka masih harus mengkonsumsi daging yang tidak sehat,” jelas
Agus.
Bukan
hanya di Pasar Klaten, razia serupa juga dilakukan oleh tim dari RPH di Pasar
Srago dan Pasar Kraguman. Hanya saja, di dua pasar tersebut petugas tidak
menemukan adanya daging ayam suntikan maupun daging sapi glonggongan.
“Dari
pemeriksaan, kami tidak menemukan indikasi daging sapi glonggongan maupun
daging sapi yang tidak sehat,” pungkas Agus. (Sumanto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !