SUMENEP - INDEPNews ; Penetapan Madura sebagai pusat
pelestrian dan pemurnian sapi madura serta ternak lokal merupakan kebijakan
tepat. Sebab, jika mengacu kepada potensi riil Madura, khususnya Kabupaten
Sumenep, sangat menunjang terhadap pelestarian dan pengembangannya di masa
mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Kharim, M.Si pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ternak di Pulau Madura dan Terobosannya Sebagai Pulau Ternak di Ruang Arya Wiraraja Sumenep, Rabu (20/06).
Menurutnya,
dalam ikut serta mensukseskan program Percepatan Swasembada Daging Dan Kerbau
(PSDSK) tahun 2014, yang sangat menekankan pada pengembangan dan pengoptimalan
sumber daya ternak lokal yang dimiliki oleh rakyat, Jawa timur, merupakan salah
satu daerah tumpuan pengembangan ternak sapi dan salah satu daerah Lumbung
Ternak Nasional.
“Pada tahun
2011, Jawa Timur meghasilkan 4.727. 298 ekor sapi dan 5 persennya berasal dari
Madura, yakni mencapai 874.702 ekor, yang sebagian besar berasal dari Kabupaten
Sumenep.”Ujarnya.
Dengan kata
lain tegas Bupati, Sumenep mempunyai populasi ternak sapi terbesar di Madura
bahkan di Jawa Timur. Dan sapi Madura merupakan salah satu aset sumberdaya
genetik ternak yang dimiliki Indonesia, yang memiliki berberapa keunggulan,
yakni, sebagai penghasil daging, sebagai sumber tenaga kerja, sebagai sapi hias
(sapi sonok) dan sapi pacuan (kerapan sapi).
Itulah
sebabnya, berdasarkan keputusan menteri pertanian pada tahaun 2010 telah
ditetapkan rumpun sapi madura dan akan diusulkan agar diakui dunia
Internasional. Karena itu Bupati Sumenep ini berharap, untuk mendukung program
swasembada daging tahun 2014, perlu adanya dukungan dari lembaga-lembaga yang
bersentuhan langsung dengan pengembangan ternak.
“Pemerintah, tidak akan bisa mengembangkan sendiri populasi peternakan tanpa bantuan dari semua pihak. Seperti, para ilmuawan, pelaku usaha, perguruan tinggi dan kalangan kelompok tani ternak.” tambahnya.
“Pemerintah, tidak akan bisa mengembangkan sendiri populasi peternakan tanpa bantuan dari semua pihak. Seperti, para ilmuawan, pelaku usaha, perguruan tinggi dan kalangan kelompok tani ternak.” tambahnya.
Sementara
kegiatan seminar tersebut dihadiri Dirjen Peternakan Dan Kesehatan Hewan
Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Ir. Syukur Iwantoro, MS, MBA, Kepala
Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jatim, Ir. Maskur, para Kepala Dinas
Peternakan Se Madura, Forpinda Kabupaten Sumenep, Kepala Dinas, Badan, Kantor, Bagian
di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, para pimpinan perguruan tinggi,
pengusaha, para tokoh masyarakat dan kelompok tani. (roes)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !