Program Percepatan Swasembada Daging 2014 INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Program Percepatan Swasembada Daging 2014

Program Percepatan Swasembada Daging 2014

Ditulis Oleh redaksi Kamis, 21 Juni 2012 | 08.28

SUMENEP - INDEPNews ; Penetapan Madura sebagai pusat pelestrian dan pemurnian sapi madura serta ternak lokal merupakan kebijakan tepat. Sebab, jika mengacu kepada potensi riil Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, sangat menunjang terhadap pelestarian dan pengembangannya di masa mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Kharim, M.Si pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ternak di Pulau Madura dan Terobosannya Sebagai Pulau Ternak di Ruang Arya Wiraraja Sumenep, Rabu (20/06).

Menurutnya, dalam ikut serta mensukseskan program Percepatan Swasembada Daging Dan Kerbau (PSDSK) tahun 2014, yang sangat menekankan pada pengembangan dan pengoptimalan sumber daya ternak lokal yang dimiliki oleh rakyat, Jawa timur, merupakan salah satu daerah tumpuan pengembangan ternak sapi dan salah satu daerah Lumbung Ternak Nasional.

“Pada tahun 2011, Jawa Timur meghasilkan 4.727. 298 ekor sapi dan 5 persennya berasal dari Madura, yakni mencapai 874.702 ekor, yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Sumenep.”Ujarnya.

Dengan kata lain tegas Bupati, Sumenep mempunyai populasi ternak sapi terbesar di Madura bahkan di Jawa Timur. Dan sapi Madura merupakan salah satu aset sumberdaya genetik ternak yang dimiliki Indonesia, yang memiliki berberapa keunggulan, yakni, sebagai penghasil daging, sebagai sumber tenaga kerja, sebagai sapi hias (sapi sonok) dan sapi pacuan (kerapan sapi).

Itulah sebabnya, berdasarkan keputusan menteri pertanian pada tahaun 2010 telah ditetapkan rumpun sapi madura dan akan diusulkan agar diakui dunia Internasional. Karena itu Bupati Sumenep ini berharap, untuk mendukung program swasembada daging tahun 2014, perlu adanya dukungan dari lembaga-lembaga yang bersentuhan langsung dengan pengembangan ternak.
“Pemerintah, tidak akan bisa mengembangkan sendiri populasi peternakan tanpa bantuan dari semua pihak. Seperti, para ilmuawan, pelaku usaha, perguruan tinggi dan kalangan kelompok tani ternak.” tambahnya.

Sementara kegiatan seminar tersebut dihadiri Dirjen Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, Ir. Syukur Iwantoro, MS, MBA, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jatim, Ir. Maskur, para Kepala Dinas Peternakan Se Madura, Forpinda Kabupaten Sumenep, Kepala Dinas, Badan, Kantor, Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, para pimpinan perguruan tinggi, pengusaha, para tokoh masyarakat dan kelompok tani. (roes)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved