Upacara Memperingati Hari Narkoba Internasional INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Upacara Memperingati Hari Narkoba Internasional

Upacara Memperingati Hari Narkoba Internasional

Ditulis Oleh redaksi Senin, 24 Juni 2013 | 18.14

Suasana upacara di halaman Pemkot (Foto : bs) 
SOLO - INDEPNEWS.Com : Masyarakat sehat tanpa narkoba, upacara dalam rangka memperingati Hari Narkoba Internasional di halaman Balaikota Surakarta, Kapolres Surakarta, Kombes Pol Asdjima'in yang bertindak sebagai Inspektur upacara. Tampak pula ratusan PNS dari seluruh SKPD di lingkungan Pemkot, Anggota Polri, Siswa SMA, Ormas, Granat, Muspida Koordinator dan Muspida Kota mengikuti upacara tersebut, Senin (24/6).

Kapolres menekankan dalam sambutannya, bahwa untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air dan mewujudkan pemerintahan yang baik membutuhkan pengorbanan, maka dari itu Kapolres meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi Narkoba, karena bahayanya yang cukup serius bagi kita semua dan yang paling serius bahaya bagi generasi muda, ini merupakan tanggungjawab kita semua untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba.

Di Kota Solo perkembangan bahaya narkoba cukup membahayakan, Narkoba Jawa Tengah sudah menembus seluruh lapisan masyarakat, PNS, TNI, Polri, Legislatif, kaum petani dan buruh-buruh di hutan. Karena kota Solo sebagai kota Budaya, kota yang tidak pernah tidur 24 jam, jadi sangat riskan akan bahaya Narkoba. Dalam 3 tahun terakhir ini, masyarakat Solo sepakat untuk bersama -sama mencegahnya, sementara kasus narkoba yang ditangani Polresta surakarta pada tahun 2010 sebanyak 152 kasus 2011 sebanyak 85 kasus dan 2012 sebanyak 78 kasus dan pada tahun 2013 dari bulan Januari s/d Juni sebanyak 44 kasus. 

Sebagai perbandingan di Jawa Tengah, Kota Solo menduduki peringkat kedua setelah Polrestabes Kota Semarang. Kapolres Solo mengajak seluruh warga kota Solo untuk introspeksi diri, bahwa narkoba adalah bahaya terbesar yang mengancam generasi muda. Dengan menumbuhkan gerakan disiplin sebagai cermin karakter masyarakat solo sebagai budaya yang dicita-citakan, instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bekerjasama secara simultan untuk memerangi narkoba.

Yakni penindakan secara hukum dan penindakan represif dalam pencegahannya, apabila ada para pecandu narkoba yang ingin merehabilitasi diri, RSUD Moewardi ditunjuk sebagai RS rujukan bagi para pecandu narkoba. Kota Solo juga merupakan kota persinggahan atau tempat yang menjadi pusat pertemuan beberapa Kabupaten di sekitarnya, sehingga sangat rentan dengan peredaran narkoba, apalagi Bandara Adi Soemarmo sebagai Bandara Internasional diminta siap, sebab ada penerbangan langsung akses Internasional yang juga rentan akan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. (bs/ska)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved