![]() |
| Jusuf Kalla memberikan testimoni dalam penganugerahan gelar doktor honoris causa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam bidang hukum untuk Karni Ilyas [HA] |
JK memberikan testimoni setelah Karni menyampaikan pidato ilmiahnya yang berjudul Peran Pers dalam Membangun Kesadaran Hukum di Indonesia. Dalam testimoninya, mantan Wakil Presiden RI ini mengatakan bahwa perbedaan doktor akademis dan honoris causa adalah terletak pada praktik ilmunya.
"Doktor akademis itu pertimbangannya tentu ilmu akademis. Tapi doktor kehormatan itu karena ilmunya sudah dipraktekkan dulu," kata JK.
Selain itu, ketua PMI ini menyatakan bahwa butuh waktu panjang untuk mendapatkan gelar seperti ini.
"Jadi, gelar doktor akademis itu bisa diraih 3-4 tahun, kalau anda pintar. Tapi doktor honoris causa itu butuh puluhan tahun untuk meraihnya," sambut JK.
Karena itulah, menurut JK, doktor Karni Ilyas itu pantas mendapatkan gelar kehormatan ini. Di sela-sela testimoninya, JK bercanda bahwa Karni Ilyas itu agak otoriter. Menurutnya Karni Ilyas memainkan banyak peran dalam program yang dipimpinnya sekarang ini, yakni Indonesia Lawyers Club (ILC).
"Di acaranya (ILC), dia bukan hanya presidennya, tapi juga penyidik, penuntut. Lalu, dia juga yang jadi penguji," tukas JK yang disambut tawa hadirin.
Dalam sidang penganugerahan itu, hadir punya beberapa tokoh yakni Menkumham Amir Syamsuddin, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, pengacara Juniver Girsang, Pengusaha Rahmat Gobel dan pemimpin redaksi Metro TV Putra Nababan.
JK: Siapa Sukarni Ilyas Itu?
Dalam testimoninya untuk gelar kehormatan yang diterima Karni Ilyas dari Universitas Muhammadiya Surakarta Sabtu (28/9), JK mengatakan bahwa ia merasa kaget bahwa ia merasa hadir pada acara yang salah.
Pasalnya, dalam acara itu, yang terpampang bukanlah nama Karni Ilyas yang umumnya orang tahu. Pada latar panggungnya tertulis nama Sukarni Ilyas.
"Ketika saya masuk (ruangan acara), saya bingung, siapa ini Sukarni Ilyas?" Aku JK yang disambut tawa hadirin.
Ternyata nama itu adalah nama pasli Karni Ilyas.
"Saya rasa banyak juga yang tidak tahu soal ini, makanya saya sempat seperti salah acara," kata JK yang disambut tepuk tangan hadirin.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Kepala BIN Hendropriyono juga menyatakan hal senada. Baginya nama Sukarni itu asing.
"Saya setuju dengan Pak JK, siapa itu Sukarni?" Kata Hendro yang juga membuat hadirin tertawa.
Hendro menjelaskan, nama Sukarni itu memang tak umum didengar sebagai nama asli pemimpin redaksi TVOne ini. Tapi menurutnya nama aslinya itu berarti kebaikan.
"Dalam istilah Jawa, kata Su itu berarti baik. Jadi semoga doktor Sukarni ini memang benar-benar baik dan lebih baik setelah gelar ini diterima," pungkas Hendro.
Kata JK Soal Suara Serak Karni Ilyas
Ketika menyampaikan testimoninya untuk gelar doktor kehormatan bidang hukum bagi Karni Ilyas, JK menyatakan bahwa ada hal yang unik dari pemimpin redaksi TVOne itu.
Selain memberikan ucapan selamat, JK sampaikan bahwa Karni Ilyas memiliki tipikal suara yang khas yakni suara serak-serak.
"Jadi Karni itu membalik adagium umum kalau suara serak itu tidak laku. Tapi dengan suaranya yang begitu dia terkenal," canda JK yang mengundang tawa hadirin termasuk Karni sendiri.
Karni Ilyas mendapatkan gelar doktor honoris causa dalam bidang hukum pada Sabtu (28/9) ini. Gelar ini diberikan kepadanya oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam acara tersebut, Karni menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul Peran Pers dalam Membangun Kesadarab Hukum di Indonesia. [HA]


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !