POSO - INDEPNEWS.Com
: Dewan
Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Poso mendesak
agar mantan Wakil Presiden Republik Indonesia HM. Jusuf Kalla dapat mendampingi
calon Presiden PDI Perjuangan Joko Widodo pada Pilpres 2014.
Selain merupakan wakil dari Kawasan Timur
Indonesia (KTI) yang membutuhkan perhatian khusus, JK dinilai terbukti telah
berprestasi menyelesaikan berbagai konflik di daerah, seperti di Aceh, Ambon,
dan Poso. Dengan prestasi itu, JK merupakan tokoh perdamaian yang sangat
dihormati di KTI. Hal tersebut diutarakan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Poso
Darwis Waru di Poso hari ini.
Darwis mengatakan, pasangan Jokowi-JK merupakan
duet “maut” dan diyakini akan dapat melakukan perubahan dan pembangunan dengan
cepat di KTI.” KTI ini kan butuh perhatian khusus. Sosok JK
sudah pas untuk mendorong pembangunan di KTI yang terbengkalai selama ini.
Selain itu, JK sudah berpengalaman panjang di pemerintahan dan dia berada
dibalik pembangunan infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, jalan tol, saat
bersama SBY lima tahun lalu,” ujar Darwis.
Darwis mengatakan, PKB Kabupaten Poso sangat
mendukung JK mendampingi Jokowi di Pilpres mendatang mengingat perpaduan
Jokowi-JK paling ideal dari semua pasangan Capres-Cawapres. “Perpaduan yang
tepat antara Jawa dan luar Jawa, kaum muda dan tua, KTI dan barat. Saya kira
ini sudah perpaduan yang pas. Dua-duanya gesit dan tanggap dalam menyerap
aspirasi rakyat,” ujar Darwis.
Sebelumnya, dalam berbagai survei menempatkan
Jusuf Kalla sebagai pasangan paling serasi bagi Jokowi. Political Communication
Institute (PolcoMM Institute) misalnya melakukan survei terbarunya untuk
memotret elektabilitas partai politik, calon presiden (Capres), dan Calon Wakil
Presiden (Cawapres) yang dinilai cocok oleh publik untuk menjadi pasangan
Capres. Hasilnya, sosok Cawapres ideal yang dinilai paling layak menjadi
pendamping Capres PDI Perjuangan Joko Widodo pada pemilu 2014 adalah Jusuf
Kalla yang menempati posisi teratas dengan 14,9%, diikuti Irman Gusman (11,1%),
lalu Mahfud MD (10,3%), Dahlan Iskan (9,2%), Priyo Budi Santoso (8,5%) Hatta
Rajasa (3,3 %).
Sedangkan, akseptabilitas Cawapres yang cocok
mendampingi ARB adalah Pramono Edhie karena responden menilai bahwa Pramono
Edhie merupakan mantan Militer, dari peserta konvensi Partai Demokrat, dan
karena berasal dari Jawa. Pramono menempati urutan teratas dengan perolehan
sebesar 12,6%, disusul oleh Ali Masykur Musa sebesar (11,4%) karena responden
menilai bahwa Ali sebagai tokoh muda Nahdatul Ulama, dari Jawa, dan peserta
Konvesi Demokrat juga.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !