JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Rencana Komisi I melakukan pemanggilan terhadap direksi Radio Republik Indonesia (RRI) terkait penayangan hasil hitung yang dilakukan radio milik pemerintah ini menuai kecaman. Kecaman itu ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di Twitter.
Di Twitter, bentuk kecaman terhadap pemanggilan ini ditunjukan dalam tanda pagar (tagar) #SaveRRI. Sejumlah publik figur hingga rakyat biasa ikut menyuarakan penolakan pemanggilan tersebut.
"Tantangan terbesar di hari2 ini? Tidak berburuk sangka. Realistically, I must say, it's almost impossible. #SaveRRI #RevisiUUMD3" tulis novelis Dewi 'Dee' Lestari dalam akun Twitter @deelestari, Senin (14/7).
Sementara itu, sutradara Joko Anwar melalui akun Twitter milikinya juga ikut mendukung aksi #SaveRRI tersebut. Selain meminta dukungan followers-nya untuk mendukung aksi #SaveRRI.
"#SaveRRI Tolong sebarin ya temen-temen. pic.twitter.com/6OJJ7o8gcc" tulis pemilik akun @jokoanwar tersebut.
Rencana pemanggilan direksi RRI ini disampaikan oleh Ketua Komisi I Mahfud Siddiq. Rencana komisi ini akan mempertanyakan penayangan hitung cepat mereka yang disiarkan oleh sejumlah lembaga penyiaran.
Menurut politikus PKS ini, RRI bukanlah lembaga survei. RRI dinilai hanyalah lembaga penyiaran publik.
Dalam hasil hitung cepat yang dilakukan RRI, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 47,29 persen dan Jokowi-JK mendapatkan 52,71 persen. (Merdeka.com)
Di Twitter, bentuk kecaman terhadap pemanggilan ini ditunjukan dalam tanda pagar (tagar) #SaveRRI. Sejumlah publik figur hingga rakyat biasa ikut menyuarakan penolakan pemanggilan tersebut.
"Tantangan terbesar di hari2 ini? Tidak berburuk sangka. Realistically, I must say, it's almost impossible. #SaveRRI #RevisiUUMD3" tulis novelis Dewi 'Dee' Lestari dalam akun Twitter @deelestari, Senin (14/7).
Sementara itu, sutradara Joko Anwar melalui akun Twitter milikinya juga ikut mendukung aksi #SaveRRI tersebut. Selain meminta dukungan followers-nya untuk mendukung aksi #SaveRRI.
"#SaveRRI Tolong sebarin ya temen-temen. pic.twitter.com/6OJJ7o8gcc" tulis pemilik akun @jokoanwar tersebut.
Rencana pemanggilan direksi RRI ini disampaikan oleh Ketua Komisi I Mahfud Siddiq. Rencana komisi ini akan mempertanyakan penayangan hitung cepat mereka yang disiarkan oleh sejumlah lembaga penyiaran.
Menurut politikus PKS ini, RRI bukanlah lembaga survei. RRI dinilai hanyalah lembaga penyiaran publik.
Dalam hasil hitung cepat yang dilakukan RRI, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 47,29 persen dan Jokowi-JK mendapatkan 52,71 persen. (Merdeka.com)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !